UPT PLN Tanjungbalai Karimun_1f,TRI
Kantor UPT PLN Tanjungbalai Karimun, yang tetap memberikan pelayanan tatap muka dengan mengikuti protokol kesehatan.F.Tri Haryono/batampos

PRO KARIMUN – Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tanjung Balai Karimun Jaswir, menghimbau kepada seluruh pelanggan PLN yang ada di wilayah Karimun agar jangan mau mempercayai apabila ada oknum yang mengaku petugas PLN untuk menagih pembayaran listrik ke rumah-rumah pelanggan. Sebab, sejak dulu pihak PLN ULP Tanjung Balai Karimun sudah tidak menerima pembayaran langsung dari pelanggan PLN. Baik itu tunggakan, penambahan daya, pemasangan baru dan sebagainya.

” Saya tegaskan kepada para pelanggan PLN agar hati-hati. Kita (PLN-red), hanya memberikan pelayanan saja. Sedangkan, untuk proses pembayaran dilakukan melalui Bank, PT Pos, Mobile Banking, Internet Banking, Pegadaian,” tegasnya.

Dengan demikian, kepada seluruh pelanggan PLN apabila ditemukan segera dilaporkan kepada pihak berwajib atau datang ke kantor PLN. Sebab, ketika pelanggan PLN yang belum membayar tagihan listriknya hingga tanggal 20. Maka, orang yang mengatasnamakan petugas PLN memanfaatkan untuk melakukan aksi penipuan terhadap para pelanggan PLN.

” Jadi, apabila pelanggan PLN belum melunasi tunggakannya lewat tanggal 20, kita berikan surat teguran langsung agar untuk dilunasi melalui bank dan sebagainya,” ujarnya.

Sementara itu hingga, sekarang PT (Persero) Perusahaan Listrik Negara masih melakukan promo bagi pelanggan PLN yang ingin menambah daya listriknya. Cukup membayar Rp170.845 yang sebelumnya Rp4.893.450. Penambahan daya listrik tersebut, berlaku bagi pelanggan Rumah Tangga (RT) untuk paska bayar maupun prabayar. Dan, berlaku juga kepada pelanggan PLN yang ingin melakukan turun daya listrik.

” Masih ada kesempatan tiga hari lagi. Sampai sekarang sudah mencapai 900 lebih pelanggan yang telah memanfaatkan promo kenaikkan daya. Tujuannya, tidak lain untuk memberikan fasilitas kebutuhan listrik pelanggan yang tengah meningkat, seiiring masih berlanjutnya tren bekerja dari rumah atau work from home (WFH),” kata Jaswir lagi.(tri)