Kepala dinas pangan dan pertanian Karimun Sukriyanto
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Karimun Sukriyanto mengatakan, untuk Kabupaten Karimun kebutuhan beras capai 25 ribu ton setahun.F.TRI HARYONO/BATAMPOS

PRO KARIMUN – Kebutuhan beras sebagai salah satu bahan pangan pokok utama, untuk di Karimun Karimun dalam satu tahunnya mencapai 25.318 ribu ton lebih berdasarkan Neraca Bahan Makanan (NBM). Sehingga, harus dilakukan upaya peningkatan produksi untuk memenuhi kebutuhan terhadap beras maupun tepung yang biasanya 5 ton per tahunnya.

” Jadi berdasarkan data dari kementerian pertanian, untuk pasokan beras sendiri tiap tahun secara Nasional terjadi peningkatan. Sedangkan, ketersediaan lahan terus berkurang. Apalagi, di Kabupaten Karimun sangat minim,” kata Bupati Karimun Aunur Rafiq, belum lama ini.

Dengan demikian, harus ada pengganti beras dari berbagai jenis bahan pangan lokal dengan sumber karbohidrat yang sama.Untuk itu, pemanfaatkan pangan lokal di Kabupaten Karimun harus sudah dimulai sejak sekarang. Seperti, ubi kayu, ubi jalar, kentang, sagu yang cukup lumayan banyak disini dan sebagainya.

” Melalui dinas pangan dan pertanian Karimun, bisa mengembangkan produk pertanian lokal sebagai pengganti beras nantinya. Agar, secara bertahap masyarakat bisa mengurangi konsumsi nasi yang digantikan dengan konsumsi karbohidrat lainnya,” ujarnya.

Sementara itu Kepala dinas pangan dan pertanian Karimun Sukriyanto ketika dikonfirmasi Batam Pos, Rabu (23/9/2020) menjelaskan bahwasannya hingga sekarang untuk ketahanan pangan di Kabupaten Karimun masih terkendali. Namun, dari pemerintah pusat melalui kementerian pertanian mempunyai program untuk mengurangi konsumsi beras.

” Apabila secara Nasional kebutuhan beras mencapai 2,5 juta ton per bulan dari jumlah penduduk mencapai 268 juta jiwa. Maka, untuk di Provinsi Kepri pengganti beras bisa mengkonsumsi sagu,” terangnya.

Sehingga, untuk kabupaten Karimun sendiri keberadaan petani sagu cukup lumayan yang berada dibeberapa pulau-pulau. Dan, sudah memproduksi sagu menjadi tepung dengan kwalitas yang cukup terjamin. Maka, pada tahun 2021 mendatang bersama dinas-dinas terkait untuk mengembangkan sagu menjadi berbagai produk olahannya. Selain itu, akan dikembangkan ubi kayu yang cukup menjanjikan pangsa pasar serta sudah familiar dikalangan masyarakat kita.

” Pada intinya, sih pemerintah pusat ingin mengurangi konsumsi beras menjadi 84 kilogram per jiwa setiap tahunnya hingga tahun 2045 mendatang,” ungkapnya.(tri)