DAK Afirmasi 2019 rumah dinas guru di SMPN 3 Kundur Barat. Foto Disdik Karimun/Batam Pos

PRO KARIMUN – Pemerintah Kabupaten Karimun kembali mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan infrastruktur Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar Rp6,7 miliar lebih. Apabila dibandingkan pada tahun 2019 lalu hanya Rp5,16 miliar lebih atau kenaikan sekitar Rp500 juta lebih. Dimana, bantuan fisik melalui DAK tersebut dapat dibagi dua yaitu DAK reguler dan DAK Afirmasi untuk pembangunan rumah
dinas.

”Alhamdulillah, untuk infrastruktur sekolah SMP kita terus mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat. Sehingga, untuk fisik bangunan sekolah SMP tidak ada kendala lagi,” kata Kepala Dinas Pendidikan Karimun Bakri Hasyim, Minggu (26/7/2020).

Sementara itu Kasi Kelembagaan Sarana dan Prasarana SMP, Dinas Pendidikan Karimun Sawirdi menjelaskan, untuk pengerjaan sendiri hingga sekarang sudah mencapai 25 persen. Dimana, DAK reguler sebesar Rp6,27 miliar lebih tersebut diperuntukan pembangunan rehab sekolah mulai
dari rehab ruang kelas, ruang labor yang perlu diperbaikan dan sebagainya. Sedangkan, DAK Afirmasi sendiri sebesar Rp437 juta lebih diperuntukan pembangunan rumah dinas, rehabilitasi rumah dinas guru dengan tingkat kerusakan minimal sedang beserta mobilernya.

”Untuk DAK reguler tidak ada pembangunan ruang kelas baru. Sedangkan, DAK Afirmasi ada satu bangunan rumah dinas bangun baru,” jelasnya.

Dikatakan, pengerjaan fisik untuk sekolah SMP dikerjakan dengan swakelola masing-masing sekolah. Kenapa demikian, karena pihak sekolah itu yang mengerti kondisi infrastruktur sekolahnya. Sehingga, mana saja yang perlu dilakukan renovasi ruang lokal tersebut.

”Kalau dilihat hasilnya cukup memuaskan bangunanya. Sekarang masih dalam proses pengerjaan, jadi target paling lambat akhir tahun sudah ditempati,” tuturnya.

Masih kata Sawerdi lagi, untuk sekolah yang menerima DAK reguler ada 4 sekolah untuk rehab ruang kelas, 2 sekolah rehab ruang labor, 2 sekolah rehab ruang guru, 2 sekolah rehab WC. Kemudian, pembangunan perpustakaan, labor IPA dan labor komputer masing-masing 1 sekolah. Sedangkan, untuk DAK Afirmasi sendiri ada hanya empat sekolah yaitu SMPN 2 Kundur, SMPN 1 Moro, SMPN 2 Tebing dan SMPN 1 Belat.

”Insyallah, tepat waktu. Walaupun, saat ini sedang menghadapi pandemi Covid-19, pengerjaan tetap berjalan dengan mengikuti protokol kesehatan Covid-19,” kata Sawerdi.

Terpisah, Pemerhati Pendidikan Karimun Raja Zurantiaz mengatakan, untuk pembangunan infrastruktur sekolah sudah memadai saat ini. Namun, sekarang bagaimana tenaga pendidik yang berada di pulau harus bisa meningkatan keprofesionalismenya. Artinya, tenaga pendidik harus melek
teknologi serta harus siap menyambut era revolusi industri 4.0.

ā€¯Untuk infrastruktur tidak ada masalah. Sekarang, bagaimana Dinas Pendidikan Kabupaten maupun provinsi untuk terus memberikan pelatihan terhadap para tenaga diri dalam rangka menyongsong era relovusi industri 4.0. Semua, serba memanfaatkan teknologi digital, bisa belajar dimana
saja bagi anak didik,” tegasnya.(tri)