f.ichwanul
Alwi Gunawan SH selaku Kuasa Hukum PT Indra Angkola

PRO KARIMUN – PT Indra Angkola telah balik melaporkan Said Fachriza ke Polres Karimun, Rabu 15 Juli 2020. Said Fachriza dilaporkan atas nama pribadi karena saat melakukan perjanjian kerja sama untuk pemasaran BBM dengan PT Indra Angkola mengaku jabatannya Direktur atas nama PT Bahari Sandi Pratama.

PT Indra Angkola mengaku tertipu saat melakukan perjanjian yang sudah berlangsung sejak Juni 2017 tersebut. Karena setelah ditelusuri didapati Said Fachriza hanya sebagai Kepala Cabang dalam PT Bahari Sandi Pratama di Tanjung Balai Karimun.

“Kita laporan ke Polres Karimun dalam kasus penipuan dikarenakan ternyata Said hanya mempunyai jabatan sebagai Kepala Cabang dalam PT Bahari Sandi Pratama di Tanjungbalai Karimun,” jelas Alwi Gunawan SH, selaku Kuasa Hukum PT Indra Angkola saat di konfirmasi, Rabu (22/7/2020) di Tanjungbalai
Karimun

Laporan PT Indra Angkola ke polres Karimun bernomor STTL : STTLP/40/VII/2020/KEPRI-SPKT RESKARIMUN. Langkah hukum diambil PT Indra Angkola terkait dugaan penipuan atas nama pribadi bukan atas nama perusahan PT Bahari Sandi Pratama.

Menurut Alwi Gunawan, perjanjian kerja sama PT Indra Angkola bersama Said Fachriza yang mengatasnamakan PT Bahari Sandi Prama terjadi pada 21 Juni 2017. Inti dari perjanjian tersebut, Said Fachriza bertugas mencari kostumer, dan PT Indra Angkola mensuplai BBM ke industri-industri yang menjadi
kostumer yang dicari Said Fachriza.

“Sembari jalan, sejak pertengahan 2017 hingga 2018, pembayaran dari kostumer PT Bahari Sandi Pramata banyak yang macet. Setelah dicari tahu penyebabnya. ternyata ada perusahaan yang sudah membayar, tapi tidak ke kita (PT Indra Angkola, red),” beber Alwi Gunawan.

Setelah ditelusuri kembali, lanjut Alwi, didapati kalau Said Fachriza ternyata jabatannya bukan sebagai direktur, melainkan kepala cabang dari PT Bahari Sandi Pratama. Karena merasa tertipu, dan banyaknya pembayaran yang macet, PT Indra Angkola akhirnya menghentikan suplai BBM ke kostumer yang dicari Said Fachriza.

Selanjutnya, dalam surat pernyataan bahwa Said Fachriza berjanji untuk bertanggung jawab, dan tetap menagih hutang piutang terhadap kostumer yang menunggak.

“Hingga 2020, ternyata masih ada yang belum terselesaikan pembayaran macet tersebut. Bahkan PT Indra Angkola terpaksa menagih sendiri. Makanya PT Indra Angkola bersikap tegas atas tindakan yang sudah dilakukan oleh Said Fachriza,” tegas Alwi Gunawan.

Sementara Kasat Reskrim AKP Herie Pramono Sik yang dikonfirmasi membenarkan adanya lapran dari PT Indra Angkola.
“Laporan sudah kita terima. Saat ini masih dalam penyelidikan,” ucap Herie singkat.

Said Fachriza: Saya Tidak Pernah Ngaku Direktur

Di tempat terpisah, Said Fachriza yang dikonfirmasi menegaskan, dirinya tidak pernah menggunakan nama dengan jabatan Direktur PT Bahari Sandi Pratama.

Dan jabatan direktur sebagaimana tertulis dalam perjanjian itu, merupakan hasil ketikan Manejer Marketing PT Indra Angkola, atas nama Rovin.

“Saya tidak pernah mengaku direktur, tapi saya hanya Kepala Cabang PT BSP Tanjungbalai. Terkait penulisan nama Direktur dalam perjanjian, yang nulis Rovin,” tegas Said Fachriza.

Sebaliknya, Said Fachriza mengaku sudah menolak penggunaan jabatan direktur tersebut. Namun pihak PT Indra Angkola menyatakan kalau pernyataan tersebut untuk dokumen saja.

“Tegasnya, draf MoU yang menyatakan saya direktur, semua dibuat oleh mereka (PT Indra Angkola, red). Dan kita tidak pernah menerima salinan draf MoU itu,” tegas Said Fachriza.

Sejauh ini, kata Said Fachriza, tidak pernah ada masalah. Dia menduga, kisruh bermula saat dirinya menanyakan imbalan/fee setelah melakukan pemasaran-pemasaran BBM kepada sejumlah perusahaan. Nyatanya, dia tidak pernah lagi menerima pembayaran imbalan jasa yang telah diperjanjikan.

“Selama ini tidak pernah ada masalah. Saya hanya minta fee atas tagihan yang sudah dibayarkan kostumer ke PT Indra Angkola, hanya itu saja,” tambahnya.

Sebaliknya untuk tagihan ke kostumer, lanjut Said Fachriza, pembayarannya langsung ke rekening PT Indra Angkola. Bukan masuk ke rekeningnya.

“Kalau masuk ke rekening saya, mewah saya,” koarnya. (enl)