Kedua warga desa Sugie dan desa Niur Permai kecamatan Moro telah menyelesaikan tapal batas dua desa yang sudah enam tahun menjadi polemik. F. Camat Moro/Batam Pos

PRO KARIMUN – Sejak pemekaran desa Sugi dan desa Niur Permai kecamatan Moro pada tahun 2013 lalu, muncul polemik perbatasan antara kedua desa tersebut. Sehingga, sudah rnam tahun lebih polemik tersebut tidak kunjung selesai antara kedua desa.

Camat Moro Khaidir ketika dikonfirmasi Batam Pos, Minggu (12/7/2020) mengatakan pihaknya telah menyelesaikan polemik perbatasan antara kedua desa dengan menyertakan Badan Permusyawarahan Desa (BPD), Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW) kedua desa dan tokoh masyarakat.

”Alhamdulillah, Jumat (10/7/2020) lalu kita ada kegiatan di dua desa. Yang sekaligus menyelesaikan tapal batas didesa tersebut dan selesai,” terangnya.

Dikatakan, masing-masing pihak langsung turun kelapangan untuk memastikan batas antar desa yang pasti. Sehingga, tidak ada lagi saling mengklaim bahwa wilayahnya milik desa satu begitu juga desa satu lagi. Dengan demikian, sudah ada kesepakatan tapal batas antar kedua desa. Maka, dari masing-masing desa sudah berkomitmen untuk membangun gerbang batas desa mengalokasikan anggaran nantinya.

”Saya hanya menyarankan kepada kedua desa, silahkan manfaatkan Dana Desa (DD) untuk membangun desa. Salah satunya, tapal batas desa bisa juga dibangun melalui DD. Paling penting, bagaimana desa itu bisa berkembang dengan memanfaatkan ADD dan DD,” ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut, Pjs Kepala Desa Sugie M Halim, kepala Desa Niur Permai M Rajab, mantan Kades Sugie Hamdan serta BPD, RT dan RW sekitar wilayah sepadan dan perangkat kedua desa.

”Syukurlah, sudah selesai tapal batas didua desa. Saya, mengucapkan terimakasih kepada Camat Moro yang sudah menyelesaikan tapal batas ini,” kata Mawasi salah satu tokoh masyarakat Desa Sugie.

Selanjutnya, Camat Moro Khaidir bersama Ketua PPK Kecamatan Moro Nazelina Khaidir pada hari Sabtu (11/7/2020) menyempatkan diri ke desa Keban untuk bersilaturahmi bersama masyarakat setempat yang sekaligus menjenguk Bidan desa yang baru melahirkan.

”Sekaligus kita mengunjungi desa-desa diwilayah kecamatan Moro. Maklum, kecamatan Moro cukup banyak desanya, tapi terletak dipulau-pulau. Dan, memberikan bantuan oleh tim PKK kecamatan Moro kepada bidan dalam rangka pencegahan Covid-19,” tuturnya.(tri)