Aktivitas permainan anak di pusat jajanan Tanjung Rambut Coastal Area, saat ini aktivitas permainan dikurangi 50 persen dalam pandemi Covid-19. Foto diambil sebelum terjadi Covid-19. F.Tri Haryono/Batam Pos

PRO KARIMUN – Sudah sebulan, aktivitas permainan anak-anak yang berada di pusat jajanan Tanjung Rambut Coastal Area dibuka kembali. Setelah, Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Karimun, mengeluarkan surat edaran (SE) nomor
510/DISDAGKOP,UKM&ESDM/VI/144/2020 yang ditujukan kepada para pedagang permainan anak-anak.

Dalam, SE tersebut agar para pedagang sewa permainan saat beroperasi wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Diantaranya, menerapkan pengaturan sirkulasi dan batasan waktu kunjungan serta jumlah pengunjung maksimal 50 persen dari biasanya. Kemudian, mewajibkan pengelola maupun pengunjung tetap menggunakan masker, face shield dan sarung tangan serta menyediakan hand sainitizer.

”Kita menindaklanjuti SE Menteri Perdagangan RI nomor 12 tahun 2020 tentang pemulihan aktivitas pedagang yang dilakukan saat masa pandemi Covid19 dan New Normal di kabupaten Karimun. Dan, kita tetap menerapkan protokol kesehatan kepada semua pihak,” jelas Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Karimun M Yosli, Minggu (5/7/2020).

Dengan diperbolehkannya, aktivitas permainan anak-anak di Coastal Area. Dirinya, juga berharap kepada masyarakat agar kerjasamanya untuk tetap taat mengikuti protokol kesehatan. Dan, bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan seperti batuk, flu maupun sesak napas agar tidak mengunjungi arena tersebut. Sedangkan, untuk jam operasional juga tetap dibatasi mulai pukul 16.00 WIB hingga 22.00 WIB sesuai SE Bupati Karimun nomor 300/SET-COV-19/IV/03/2020.

”Alhamdulillah, hingga sekarang tidak ada terjadi apa-apa. Sekali lagi, saya mohon kerjasamanya semua pihak demi kita semuanya dan keluarga,” pesannya.

Selain, menerapkan protokol kesehatan. Pihaknya, juga melakukan penyemprotan disenpektan sebanyak 2 minggu sekali untuk antisipasi penyebaran pandemi Covid-19. Sehingga, bisa memberikan rasa aman bagi pedagang sewa permainan anak-anak maupun para pengunjung.

”Tetap, jangan buang sampah sembarangan. Kita telah menyediakan, tempat untuk buang sampah. Mari, bersama-sama kita disiplin dimulai dari membuang sampah pada tempatnya,” ungkapnya.

Sementara itu Jefri salah seorang pengelola permainan anak-anak merasa bersyukur sudah kembali beraktivitas. Walaupun, saat sekarang ini aktivitasnya masih dibatasi tapi bisa menghidupi keluarganya. Yang, selama 3 bulan tidak membuka usahanya akibat Covid-19.

”Paling diharap Sabtu dan Minggu sajalah. Kalau hari-hari biasa abang liat sendiri, sepi dan diperparah ada Corona,” ucapnya.

Pantauan dilapangan, aktivitas permainan anak terlihat seperti biasa. Hanya, ditambah dengan menggunakan masker dan ada juga yang masih tidak menggunakan masker.(tri)