Inilah kondisi pondok Rahimah, warga Tanjungberlian, Kecamatan Kundur Utara.

PRO KARIMUN – Miris. Begitu gambaran hidup Rahimah, warga RT 14 RW 06 Kelurahan Tanjungberlian Kota, Kecamatan Kundur Utara, Kabupaten Karimun.

Pondok berukuran 4 x 3 meter berdinding ranting kayu, dan beratap rumbia, menjadi tempatnya berteduh menjalani sisa hidup di usia 52 tahun. Sementara empat anaknya memilih hidup bersama keluarga masing-masing.

Nenek Rahimah hanya sendirian di pondok yang berdiri di atas lahan miliknya. Harapan Rahimah untuk mendapatkan program bantuan rehab rumah belum kesampaian.

“Memang rumah Rahimah jauh dari kata layak huni. Tapi kami dari kelurahan pernah mengusulkan masuk program bedah rumah. Hanya saja, ketika itu Rahimah menolaknya,” ungkap Lurah Tanjungberlian Barat, Agus Kurniawan.

Meski begitu, kata Agus, pihaknya kembali memasukkan nama Rahimah untuk penerima program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2020.

“Iya kita sudah mendata kembali, dan masukkan dalam program BSPS tahun 2020. Sekarang kita masih menunggu program BSPS untuk memperbaiki rumah Rahimah,” tegas Agus.

Kehidupan Rahimah penghuni pondok berdinding ranting, sempat didengar Kapolres Karimun, AKBP M Adenan AS. Tak hayal, HUT ke 74 Bhayangkara menjadi momen bagi Adenan beserta rombongan untuk melihat langsung kondisi nenek Rahimah.

“Tak hanya dikunjungi Kapolres Karimun, tetapi juga nenek Rahimah menerima bingkisan sempena Hari Bhayangkara ke 74. Pastinya berkami harap bantuan program BSPS tahun 2020 segera turun sehingga perbaikan rumah Rahimah bisa secepatnya dikerjakan,” imbuh Lurah Tanjungberlian. (ims)