Kejaksaan Negeri Karimun, selama Pandemi Covid-19 pihaknya menangani kasus pidana umum mendominasi kasus pencabulan dan pencurian. F. Tri Haryono/Batam Pos

PRO KARIMUN – Ini bisa jadi pelajaran bagi semua orang tua. Ternyata, selama pandemi Covid-19, kasus pencabulan yang melibatkan anak anak meningkat di Karimun. Peranan orang tua sangat dibutuhkan. Komunikasi orang tua dengan anak harus ditingkatkan agar tak terpengaruh lingkungan sehingga si anak terhindar dari kasus kriminal.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Karimun Hamonangan P Sidauruk mengatakan, selama
selama empat bulan terakhir, kasus pidana umum yang meningkat masuk ditangani Kejaksaan Negeri Karimun, didominasi kasus pencabulan dan pencurian.

”Pidana umum terjadi penurunan selama pandemi Covid-19 ini,” terang Hamonangan, Kamis (2/7/2020) di Tanjungbalai Karimun.

Dimana, dalam satu bulan pihaknya menangani 40 kasus tindak pidana umum mulai dari pencabulan, pencurian, penipuan, narkoba dan sebagainya. Namun, sekarang ini ditengah-tengah pandemi Covid-19 hanya 20 kasus pidana umum yang rata-rata kasus pencabulan dan pencurian.

”Untuk kasus pencurian, rata-rata didasari dengan faktor ekonomi. Artinya, mereka tidak takut terhadap pandemi Covid-19. Lebih takut dengan kelaparan dan paling penting, bagaimana dapur berasap katanya para tersangka,” tuturnya.

Begitu juga kasus pencabulan yang melibatkan, anak-anak dibawah umur juga meningkat disaat pandemi Covid-19. Dimana, pada tahun lalu kasus pencabulan hanya 4 kasus dalam satu tahun. Namun, sekarang sudah ada 7 kasus pencabulan. Sedangkan, untuk kasus narkoba terjadi penurunan, akibat dampak lockdown di negara tetangga. Sebab, rata-rata narkoba masuk ke Karimun berasal dari negara tetangga.

”Umumnya, kasus narkoba banyak yang penyalahgunaan narkoba. Pengedar malahan tidak ada,” ungkapnya.

Sementara itu praktisi dan pemerhati pendidikan anak Karimun Raja Zurantiaz saat dimintai tanggapannya mengatakan, banyaknya tindak pidana umum yang melibatkan anak-anak baik itu pencabulan, narkoba maupun pencurian.

Dikarenakan, faktor kurangnya peranan orangtua termasuk lingkungan. Artinya, peranan orangtua dalam berkomunikasi kepada anak sangat minim dan sibuk dengan aktivitas masing-
masing.

”Anda bisa lihat sendiri, kasus-kasus pidana umum yang melibatkan anak-anak. Biasanya, pemicunya kurang komunikasi antar orangtua kepada anak-anak yang akan menginjak dewasa,” ucapnya.(tri)