PRO KARIMUN – Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) secara online baru dibuka Senin (29/6/2020). Namun untuk tingkat SLTA, pemilihan pendaftar ke SMAN 1 Karimun membludak atau melebihi batas kuota.

“Ya, baru dua hari dibuka tapi pendaftar sudah membludak. Hampir 500 orang yang mendaftar,” ungkap Kepala SMAN 1 Tanjungbalai Karimun, Alta Fetra.

Rinciannya, hari pertama sudah terdaftar 250 orang berdasarkan zonasi. Dan hari kedua menjadi 470 orang.

“Ini baru pendaftar melalui jalur zonasi. Belum termasuk melalui jalur prestasi, dan siswa tidak mampu pemegang KIP. Untuk siswa pemegang KIP yang berada dalam zona sekolah, menjadi prioritas diterima,” ujar Alta
Fetra.

Kalau ditambah dengan persentase jalur prestasi dan pemegang KIP, lanjutnya, tentu jumlah pendaftar bisa lebih dari 500 orang. Sedangkan daya tampung sekolah hanya untuk 288 orang.

“Untuk memenuhi kuota atau daya tampung sekolah, panitia PPDB di sekolah ikut melakukan seleksi administrasi. Khususnya jika menemukan kejanggalan terkait surat domisili. Karena, kalau tidak diberitahukan, kami yang ditegur oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kepri,” tutur Alta.

Sistem PPDB pendaftaran online untuk tingkat SLTA murni dikelola Dinas Provinsi Kepri. Untuk lolos pendaftaran secara administrasi, persyaratan yang wajib diisi sebagai lampiran adalah Kartu Keluarga (KK) yang mencakupi domisili.

Di sisi lain, banyak pendaftar masih yang menggunakan surat domisili baru untuk bisa masuk dalam zonasi SMAN 1. Hal tersebut bisa menjadi temuan, dan merugikan pendaftar jika diseleksi oleh panitia PPDB Dinas Pendidikan Provinsi Kepri.

Sebagai contoh, jelas Alta, ada pelamar tamatan SMP di Kecamatan Meral. Tetapi berdasarkan KK pelamar beralamat di Kelurahan Baran Barat, Kecamatan Meral. Tentu saat mendaftar ke SLTA melalui jalur zonasi akan muncul lokasi SMAN 2.

“Lantaran menggunakan surat domisili baru, ternyata lokasi pelamar lebih dekat ke zonasi SMAN 1. Jelas tidak sinkron antara KK dengan surat domisili baru. Sehingga jika diseleksi oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, tentu kepesertaannya akan tercoret,” beber Alta. (san)