Trio Wiramon, SH,M.Si,C,PL, dan
Edwar Kelvin, SH,MH,C.PL,C.PCLE selaku Kuasa Hukum PT Bahari Sandi Pratama.  

PRO KARIMUN – PT Bahari Sandi Pratama (BSP) melaporkan PT Indra Angkola, salah satu supplier BBM untuk pelanggan industri dan marine wilayah Sumatera Utara (Sumut) ke PT Pertamina. Soalnya, PT Indra Angkola dinilai ingkar janji atas kerjasama bisnis.

Di mana, pada 21 Juni 2017, PT Indra Angkola yang diwakili Mustika Lautan telah menandatangani surat perjanjian kerjasama tentang penjualan BBM solar industri dengan Said Facriza selaku Kepala Cabang PT Bahari Sandi Pratama berkedudukan di Jalan Ahmad Yani no.2 Tanjungbalai Karimun.

Legal standing dari perjanjian tersebut adalah PT Indra Angkola selaku supplier BBM yang berasal dari Pertamina Grup Indonesia, dan PT Bahari Sandi Pratama memberikan jasa pelayanan pemasaran BBM HSD dan MFO Pertamina di wilayah Batam, Tanjungbalai Karimun, dan Tanjungpinang.

Atas jasa pelayanan pemasaran BBM A-Quo, PT Bahari Sandi Pratama berhak menerima imbalan jasa sebagai konsekwensi logis atas harga jual pembeli-harga jual ke pihak kedua sebagaimana diatur dalam pasal 10 tentang imbalan jasa pada perjanjian tersebut.

“Awalnya kerjasama berjalan baik. Hal itu dibuktikan dengan bukti transferan PT Indra Angkola pada 9 Januari 2018. Artinya, PT Indra Angkola masih mengirim imbalan jasa atas klien kami,” jelas Kuasa Hukum Said Fachriza, Kepala Cabang PT Bahari Sandi Pratama, Trio Wiramon, SH,M.Si,C,PL, dan Edwar Kelvin, SH,MH,C.PL,C.PCLE dari Kantor Hukum Trio Wiramon SH, Minggu (28/6/2020) di Tanjungbalai Karimun.

Namun sejak itu, PT Bahari Sandi Pratama tidak pernah lagi menerima pembayaran imbalan jasa yang telah diperjanjikan. Padahal PT Bahari Sandi Pratama telah melaksanakan kewajiban-kewajibannya untuk melakukan pemasaran-pemasaran BBM kepada perusahaan-perusahaan di antaranya PT MOS, PT
Karimun Granit, PT Dahana, PT UML, dan PT RKL.

“Imbalan jasa/total free didapatkan setelah klien kami melakukan chek on the spot pada perusahaan selaku buyer menerangkan telah membayar lunas atas pembelian BBM industri tersebut. Total pembayaran jasa/total free ada sebesar hampir Rp1 miliar,” jelas Trio Wiramon.

Karena dinilai ingkari perjanjian, PT Bahari Sandi Pratama pun berupaya melakukan mediasi ke PT Indra Angkola. Pun upaya komunikasi langsung sdr Mustika Lautan, dan marketing PT Indra Angkola, namun tidak mendapatkan respon positif.

“Karena tidak mendapatkan respon yang baik, kami pun layangkan somasi. Dua kali surat somasi dilayangkan, tetap tidak ada respon. Makanya, kami mengadukan perbuatan PT Indra Angkola ke PT Pertamina untuk mencari jalan keluar penyelesaian,” tutur Trio Wiramon.

Dijelaskan Trio Wiramon, somasi I disampaikan tanggal 8 Februari 2019 dengan surat no: 007/Te-We/Adv.So/I/2020 ditujukan langsung kepada Mustika Lautan selaku Direktur PT Indra Ankola. Kemudian somasi II kembali disampaikan pada tanggal 1 Mei 2020 dengan surat no: 18/Te-We/Adv.So/I/2020.

“Sebagai perusahaan besar, dan punya reputasi nasional tentunya PT Indra Angkola bisa menyelesaikan persoalan ini. Kami masih menunggu itikad baik dari PT Indra Angkola,” tegas Trio Wiramon.

Selaku Kuasa Hukum dari Said Facriza, Trio Wiramon sangat berharap campur tangan Direktur Utama Pertamina untuk dapat membantu mencarikan jalan keluar. Atau setidaknya memberikan sanksi kepada PT Indra Angkola yang tidak beritikad baik dalam menyelesaikan persoalan dengan klien kami,” jelas pria
yang akrab disapa Amon ini.

“Tentu dalam hal ini, PT Pertamina tidak ingin nama baiknya rusak hanya dengan perkara seperti ini,” tegas Amon.

Amon mengaku pihaknya telah menyiapkan surat pengaduan agar pihak PT Pertamina mengetahui tentang persoalan PT Indra Angkola selaku mitra kerja PT Pertamina.

Surat pengaduan ditembuskan diantaranya kepada Erick Thohir, BA,MBA selaku Menteri BUMN, Ir Basuki Tjahaja Purnama, MM sekalu Komisaris Utama PT Pertamina, dan Marketing Region I Pertamina Medan Sumatara Utara.

“Hal ini tentunya sangat berpengaruh terhadap nama besar PT Pertamina dalam menjalankan usaha dan bisnis. Kami tentunya sangat berharap ke depan PT Pertamina lebih selektif lagi dalam memilih mitra usaha,” harap Trio Wiramon. (enl)