PRO KARIMUN – Satu kasus positif Covid-19 di Kabupaten Karimun muncul dari klaster kontraktor asal Pacitan. Seorang rekan kerja yang sama berasal dari Pacitan dengan status pasien nomor 06 ini pun, akhirnya ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Pasien 06 positif Covid-19 tiba dari Surabaya ke Karimun bersama dua rekannya. Namun satu orang hasil rapid testnya menunjukkan reaktif,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rahmadi, Minggu (28/6/2020).

Oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Karimun mengambil langkah pencegahan. Rekan pasien nomor 06 ditetapkan sebagai PDP, dan langsung diisolasi ke RSUD Muhammad Sani.

“Kita tidak ingin terjadi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Karimun. Meski hasil rapid test non reaktf tapi sering terjadi kontak keras dengan pasien 06, maka diambil kebijakan untuk melakukan perawatan terhadap satu orang rekannya tersebut.

“Kalau melihat hasil pengamatan ke pasien 06 yang awalnya ketika di Surabaya non reaktif, tapi setelah di Karimun dinyatakan positif. Sehingga sebelum terjadi hal-hal yang tidal kita inginkan, lebih baik dirawat saja. Semoga hasil pemeriksaan swab negatif, sehingga daerah kita kembali bebas dari Covid-19,” papar Rahmadi.

26 Orang Jalani Rapid Test

Sebanyak 26 orang sudah menjalani rapid test, Jumat (26/6/2020). Mereka merupakan contact traking terkait pasien nomor 06.

Empat orang diantaranya adalah pekerja hotel. Sedangkan 22 orang lainnya merupakan rekan kerja di instansi vertikal di Kecamatan Meral.

“Benar, kita sudah melakukan rapid test terhadap orang-orang yang kontak langsung dengan pasien 06. Semuanya ada 26 orang, mulai dari pekerja hotel, dan pekerja di instansi vertikal di Meral,” ujar Rahmadi.

Patut bersyukur, semua yang mengikuti rapid test menunjukkan hasil non reaktif. Meski demikian, pihaknya akan mengambil sampel swab dari enam orang pekerja di di instansi vertikal.

Keenam orang itu, merupkan hasil tracing mendalam yang dilakukan tim termasuk kontak keras dengan pasien Covid-19. Pengambilan sampel swab akan dilakukan dua kali dalam dua hari berturut-turut.

“Perlu kita sampaikan bahwa untuk masyarakat yang positif kasus Covid-19 semuanya dari luar. Dengan kata lain klaster dari luar Kabupaten Karimun,” papar Rahmadi. (san)