Komisioner KPU, Mardanus saat menyampaikan materi PKPU nomor 5 tahun 2020.

PRO KARIMUN – KPU Karimun telah menetapkan sebanyak 557 Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk Pilkada serentak yang dihelat 9 Desember 2020. Jumlah tersebut lebih banyak 102 TPS dibanding saat pelaksanaan Pemilihan Presiden, dan Legislatif yang hanya 455 TPS.

Terjadinya penambahan jumlah TPS mengingat pelaksanaan pemilihan Gubernur Kepri, dan Bupati Karimun masih dalam masa pandemi Covid 19. Artinya, mulai dari proses tahapan persiapan hingga pencoblosan wajib mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

“Untuk mengurai terjadinya kerumunan saat pencoblosan, makanya ada penambahan jumlah TPS. Sebagai gambaran awal, jumlah maksimal pemilih di satu TPS sebanyak 500 orang,” jelas Komisioner KPU Karimun, Ir Mardanus saat sosialisasi Peraturan KPU nomor 5 tahun 2020, Selasa (22/6/2020) di meeting room Aston Hotel Tanjungbalai Karimun.

Sosialisasi PKPU nomor 5 tahun 2020 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan pemilihan serentak 2020 setelah dikeluarkan Perppu nomor 2 tahun 2020.

Dengan PKPU nomor 5, maka tahapan penyelenggaraan pemilihan serentak Gubernur, dan Bupati/Walikota yang sempat tertunda oleh bencana non alam, kembali dilanjutkan pada 15 Juni 2020.

“Tadinya, jadwal pencoblosan telah ditetapkan pada September 2020. Karena terjadi bencana non alam, maka pemungutan suara serentak ditunda hingga 9 Desember sesuai PKPU nomor 5,” beber Mardanus.

Di sisi lain, lanjut Mardanus, pada Perppu nomor 2 tahun 2020 juga ditegaskan, apabila pelaksanaan pemungutan serentak tidak bisa dilaksanakan, maka ditunda, dan dijadwalkan kembali.

Sedangkan Ketua KPU Karimun, Eko Purwandoko menyampaikan, seluruh tahapan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020, wajib mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

“Seluruh tahapan, program, dan jadwal Pilkada serentak pada 9 Desember mendatang, harus mengikuti protokol kesehatan penanganan Covid 19. Untuk itu, KPU pun telah berkoordinasi dengan Ketua Tim Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19,” ujar Eko. (enl)