Kapolsek Kundur Kompol Endi Endarto

PRO KARIMUN – Informasi akan digelarnya razia masker oleh jajaran Unsur Pimpinan Kecamatan (Uspika) Kundur yang beredar melalui pesan berantai Whatsapp, ternyata hanya berita bohong (hoax).

Menurut Camat Kundur, Syaifullah, informasi tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan. Apalagi disebutkan sanki bagi yang melanggar dikenakan denda Rp 250.000. Juga menyapu jalan, hingga menyanyikan lagu wajib.

Syaifullah yang juga Ketua Tim Gugus Covid 19 Kecamatan Kundur meminta masyarakat untuk tetap waspada, dan hati-hati ketika menerima informasi atau berita jangan langsung percaya.

“Kok saya belum tahu akan nada razia masker di tengah masyarakat dengan menerapkan denda Rp 250.000. Maupun denda sosial menyapu jalan hingga menyanyikan lagu wajib. Justru saya baru mengetahui melalui ketika ditanya wartawan,” terang Syafullah, Senin (22/6/2020).

Hal senada disampaikan Kapolsek Kundur Kompol Endi Endarto. Bahkan Endi mengaku kaget mendapat informasi tersebut.

“Kami mengajak masyarakat memasuki new normal tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak, memakai masker, serta mencuci tangan memakai sabun,” tegasnya.

Sedangkan terkait menjalankan protokol kesehatan di masa new normal, di Mako Polsek Kundur sudah dipasang pengeras suara. Tujuannya, memberikan imbauan kepada masyarakat agar menjalankan protokol kesehatan. (ims)