PRO KARIMUN – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Karimun, kembali memberikan bantuan kepada masyarakat berupa 2000 paket sembako yang diserahkan kepada pemerintah daerah. Bupati Karimun Aunur Rafiq mengucapkan terimakasih atas partisipasi berbagai lapisan masyarakat dalam mengantisipasi pandemi virus corona atau Covid-19 di kabupaten Karimun.

”Ada 2000 paket sembako, berisi beras 8 kilogram, minyak makan, mie instan satu kotak kepada saudara-saudara kita yang dalam pemantauan atau Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang tersebar di 12 kecamatan. Khusus, untuk hari ini di empat kecamatan yang ada dipulau Karimun,” terang Rafiq, Senin (6/4/2020) di gedung Nasional.

Bupati Karimun Aunur Rafiq didampingi Ketua Apindo Karimun Alex Ng dan Ketua PSMTI Karimun Eddy Viryadarma saat memberikan penjelasan kepada pewarta. FOTO TRI HARYONO/BATAMPOS.CO.ID

Apabila, masih ada paket sembako tersebut akan diserahkan ke ODP masyarakat disekitarnya dan masyarakat yang tidak mampu. Kemudian, pemerintah Kabupaten Karimun dan pemerintah Provinsi Kepri juga akan menyalurkan paket sembako kepada masyarakat. Dimana, saat ini sedang melakukan pendataan terhadap masyarakat kurang mampu yang terdampak pandemi virus corona.

”Kemungkinan sebelum menjelang puasa akan kita serahkan, masih menunggu data dari provinsi jumlahnya dan kabupaten karimun akan menyesuaikan,” jelasnya.

Dimana, sistem pendistrubusiannya berdasarkan persentase jumlah penduduk per kecamatan, kelurahan dan kelurahan. Di kabupaten Karimun sendiri ada 12 kecamatan dan 71 kelurahan/desa, tentunya kecamatan yang terbesar berada di kecamatan Karimun, Meral, Kundur dan Tebing. Dan, selanjutnya kecamatan-kecamatan lainnya sesuai dengan persentase penduduk itu.

”Kita sudah pemetaan dari keluarga tidak mampu, mulai dari kategori sangat miskin, hampir miskin dan miskin. Totalnya, ada 15 ribu lebih kepala keluarga (KK) yang sebagian sudah mendapatkan bantuan sosial dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ada 7000 KK lebih setiap bulannya Rp200 ribu,” ungkap Rafiq.

Dengan demikian, kata Rafiq, berarti sisanya akan mendapatkan bantuan dari pemerintah kabupaten dan provinsi. Termasuk keluarga yang rentan seperti, nelayan, petani, pedagang, tukang ojek, supir taxi, porter, supir oplet dan sebagainya. Untuk itu, pihaknya sedang menghitung berapa alokasi yang akan diambil dari APBD 2020.

”Masih dalam pembahasan, termasuk anggara Pilkada sebagian kita geser untuk penanggulangan masyarakat yang terkena dampak pandemi virus corona,” kata Rafiq.

Sementara itu Ketua Apindo Karimun Alex Ng mengungkapkan, pihaknya tetap terus akan memberian bantuan kepada masyarakat yang terdampak pandemi virus corona bersama PSMTI. Sehingga, bisa meringankan masyarakat dalam menghadapi pandemi vuris corona di kabupaten Karimun.

”Semua kita berikan bantuan, mulai dari Alat Pelindu Diri (APD) kepada tim medis, penyemprotan dan sebagainya melalui pemerintah daerah,” singkatnya didampingi Ketua PSMTI Karimun Eddy Viryadarma.(tri)