Zulkifliahirnya berhasil mewujudkan niatnya gowes hingga ke titik Kilometer 0 di Kota Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam.

PRO KARIMUN – Di tengah mewabahnya virus corona, tidak menyurutkan niat Zulkifli, 52, untuk menginjakkan kaki di titik kilometer 0 di Kota Sabang, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Hanya berbekal uang Rp500 ribu, dan tekad yang kuat, akhirnya Zulkifli tiba di titik Kilometer 0 setelah menempuh perjalanan selama 16 hari dengan melintasi sejumlah kota.

Perjalanan gowes bapak dengan tiga anak ini, dimulai awal Maret 2020. Dari Tanjungbatu perjalanan dilanjutkan menuju Kota Dumai menggunakan kapal feri.

“Alhamdulillah niat saya untuk menginjakan kaki di titik Nol Kilometer akhirnya kesampaian setelah mengayuh sepeda selama 16 hari dengan belasan kota dilewati. Bahkan saya tercatat dalam sertifikat menjadi pengunjung ke 228.886 di titik Nol Kilometer Senin 16 Maret 2020 lalu,” ujar Zulkifli, Kamis (3/4/2020).

Zulkifli mengaku, misi untuk menaklukan perjalanan yang diperkirakan sejauh 1.190 kilometer itu, sempat tiga kali tertunda. Dengan tekad niat yang kuat, dan berbagai kesiapan, akhirnya perjalanan pun dimulai.

Dimulai dari Tanjungbatu, Zulkifli yang ditemani sepeda balap Cannondole, menuju Kota Dumai menggunakan kapal laut. Begitu menginjakkan kaki di Kota Dumai, langsung gowes menuju Kota Medan.

“Gowes dari Dumai ke Medan ditempuh selama tiga hari. Pada malam hari, kami istirahat di tempat komunitas gowes,” tutur Zulkifli.

Setiba di Kota Medan, Zulkifli sempat gowes ke Danau Toba. Setelah melakukan persiapan kecil, perjalanan dilanjutkan menuju Kota Langsa dengan jarak tempuh dua hari.

“Dari Langsa, kami menempuh perjalanan ke Lhokseumawe, Sigli hingga sampai Banda Aceh. Kuatnya niat untuk sampai di titik Kilometer 0, akhirnya terwujud. Biar kate orang lelah, tapi terbayar oleh kepuasan batin begitu sampai di Kota Sabang,” papar Zulkifli haru.

Selama perjalanan, Zulkifli mengaku mendapat sambutan cukup baik bersama komunitas gowes di berbagai daerah. Bahkan ada yang meminta untuk menginap di rumah mereka.

Terkabulnya keinginan Zulkifli untuk gowes hingga ke titik kilometer O, tidak terlepas dari dukungan Bupati Karimn, Aunur Rafiq. Juga dukungan diberikan anggota DPRD Karimun asal Kundur, Hasanudin, Jhon Abrison, Tarigan, dan Ali.

“Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati, anggota DPRD Karimun, Bapak Jhon Abrison, Tarigan, dan Ali, Tanpa dukungan mereka, mustahil misi saya akan kesampaian,” terang Zulkifli.

Yang membuat Zulkifli bersyukur, selama perjalan tidak ada kendala berarti. Baik dari sisi keamanan maupun kondisi fisik.

“Bahkan, sepeda saya tidak ada rusak,” terang Zulkifli.

Setelah berhasil menjelajah ke titik Nol Kilometer, Zulkifli masih menympan satu misi lagi. Yakni gowes keliling Sumatra Barat (Sumbar).

“Mungkin setelah wabah virus corona mereda, misi saya lanjutkan lagi. Kali ini, tujuannya keliling Sumatera Barat,” beber Zulkifli.

Bagi masyarakat Kundur, dan Provinsi Kepri, nama Zulkifi tidak asing lagi. Berbagai prestasi olahraga bersepeda pernah diraihnya. Terakhir, Zulkifli berhasil menginjakkan kaki di titik Kilometer 0 di usianya yang sudah memasuki setengah abad. (ims)