Aktivitas BNI 46 cabang Tanjungbalai Karimun sepi, dampak pandemi corona yang mulai diberlakukan kebijakan regulator industri jasa keuangan OJK dalam keringanan kredit.FOTO TRI HARYONO/BATAMPOS.CO.ID

PRO KARIMUN – Terjadinya pandemi corona atau Covid-19, berdampak terhadap sektor dunia perbankan. Dimana, belum lama ini regulator industri jasa keuangan yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 11 /POJK.03/2020 yang berisi panduan bagi bank yang mau mendukung kebijakan stimulus perekonomian lewat restrukturisasi kredit bagi debitur terdampak virus corona.

”Jadi begini, jangan salah presepsi dahulu. Bukan, cicilan kredit tidak dibayar sama sekali selama satu tahun. Bagi debitur perbankan yang terdampak virus corona, diberikan kelonggaran angsuran kredit berupa penundaan angsuran pokok dan penurunan suku bunga,” jelas Kepal BNI 46 Cabang Tanjungbalai Karimun Risnaldi, Jumat (27/03/2020).

Sedangkan, teknis pelaksanaannya diatur oleh masing-masing bank. Artinya, apakah setiap bank menggunakan kebijakan penundaan angsuran pokok atau penurunan bunga. Atau kombinasi antara kedua kebijakan itu sendiri, tergantung masing-masing bank. Untuk di BNI 46 sendiri, sudah diawali dengan cara asesmen kepada para debitur-debitur.

Pertama, apakah debitur tersebut usahanya terdampak atau tidak. Dan, apabila terdampak apakah para debitur mampu membayar angsuran pokok dan bunga. Ternyata, ketika debitur hasil usahanya menurun drastis, maka dilakukan resktrukturisasi dengan kebjakan relaksasi kredit.

”Sekarang sudah kita lakukan asesmen dengan penundaan angsuran pokok yang bersifat sementara, paling lama 1 tahun kedepan. Sedangkan, untuk bunga tetap berjalan setiap bulannya,” terangnya.

Untuk di kabupaten Karimun, ada 4000 debitur dengan dua jenis kredit produktif dan konsumtif khusus di bank BNI 46. Bagi, debitur jenis kredit konsumtif sendiri, para debiturnya yang mempunyai pendapatan tetap. Seperti, pegawai negeri, pegawai swasta yang mempunyai gaji tetap setiap bulan, mereka tidak masuk dalam restrukturasasi.

”Yang diberikan keringan, para debitur untuk jenis kredit produktif. Para debitur tersebut, rata-rata berusaha disektor jasa kelautan. Terutama, bagi transportasi kapal penumpang yang sangat berdampak besar. Dan, para debitur sudah melaporkan kondisi usahanya yang benar-benar turun drastis,” ungkapnya.

Disisi lain, kata Risnaldi, untuk transaksi perbankan sendiri hingga sekarang tidak berpengaruh terhadap pandemi corona atau Covid-19. Bagi para nasabah penyimpan tidak ada penarikan dengan jumlah besar, termasuk nasabah tabungan. Begitu juga, untuk nasabah giran yang rata-rata dari perusahaan masih tetap berjalan normal.

”Alhamdulillah, tidak ada penarikan uang tunai secara besar-besaran. Tapi, bagi nasabah peminjam sangat-sangat terdampak,” tuturnya.

Pantauan di beberapa perbankan yang ada di kota Tanjungbalai Karimun terlihat seperti biasa. Aktivitas penyetoran maupun penarikan, di bank-bank tidak terjadi antrian. Begitu juga, setoran tunai di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) seperti biasa masyarakat melakukan transaksi pengiriman, maupun penarikan.

”Setoran buat gaji karyawan saja. Melalui ATM, kalau setor tunai di bank sudah jarang dilakukan,” kata salah seorang pegawai swasta.(tri)