f.chandra/humas karimun
Bupati Aunur Rafiq didampingi Kadisdag, Koperasi, UKM, ESDM, M Yosli saat meninjau gudang Bulog di Parit Rempak, Rabu (25/3/2020).

PRO KARIMUN – Bupati Karimun Aunur Rafiq menegaskan, persediaan stok beras untuk wilayah Kabupaten Karimun mencukupi hingga lebaran mendatang. Menyusul telah tiba sebanyak 500 ton pasokan beras dari Badan Urusan Logistik (Bulog) Kepri, Rabu (25/3/2020).

“Insha Allah, pasokan 500 ton beras Bulog yang masuk hari ini (Rabu, red), diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan di Kabupaten Karimun hingga satu bulan ke depan,” tegas Bupati Aunur Rafiq di sela-sela meninjau gudang Bulog di pelabuhan Parit Rempak, Kecamatan Meral Barat.

Peninjauan ke gudang Bulog di pelabuhan Roro itu, dilakukan Bupati untuk memastikan keadaan, serta kondisi kesediaan beras, dan bahan pangan lainnya. Tidak hanya mengirim 500 ton, namun sub divre Bulog Batam juga bersedia menambah pasokan jika persediaan di Kabupaten Karimun menipis.

“Saya sudah berkoordinasi dengan kantor sub divre Bulog Batam. Jika persediaan sudah berkurang, mereka (Bulog, red) siap mensuplay lagi,” ujar Bupati.

Oleh karenanya, Bupati menyakini bahwa ketersediaan beras, maupun sembako untuk Kabupaten Karimun sangat mencukupi hingga menjelang puasa, hingga lebaran. Hanya saja diimbau kepada masyarakat untuk tidak panik, dan memborong dalam jumlah besar.

“Insha Allah, ketersediaan beras, dan sembako sangat-sangat cukup untuk menjelang puasa, dan lebaran. Yang penting masyarakat jangan panik. Ini yang kita harapkan kerja sama dari masyarakat,” tegas Bupati didampingi Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan ESDM, M Yosli.

Jauh sebelumnya, Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan ESDM Kabupaten Karimun telah menerbitkan surat edaran yang ditujukan kepada pelaku usaha agar membatasi penjualan sembako atau kebutuhan bahan pokok penting lainnya. SE bernomor 510/DISDAGKOP.UKM.&eSDM/III/105/2020 itu, menindaklanjuti surat dari Mabes Polri. , dan Dinas Perdagangan Provinsi Kepri.

“Intinya kita meminta masyarakat untuk tetap berbelanja seperti biasa. Jangan panic buying dengan memborong sembako dalam jumlah banyak, karena bisa memicu kelangkaan,” kata Yosli.

Yang pasti, tegas Yosli, pemerintah telah menjamin ketersediaan kebutuhan bahan pokok penting di tengah merebaknya virus Corona atau Covid-19. (enl)