PRO KARIMUN – Dampak pandemi virus corona atau covid-19 yang terjadi di Indonesia saat ini, berpengaruh kesemua sektor kehidupan umat manusia di dunia. Termasuk di kabupaten Karimun, salah satunya dunia pelayaran juga merasakan dampaknya yang melakukan pengurangan jam operasional kapal untuk mengurangi biaya operasional.

”Mau diapakan, terpaksa kita mengurangi trip atau jadwal keberangkatan kapal ferry Oceanna tujuan Harbour Bay Batam. Anda bisa lihat sendiri, sepi sekali paling banyak yang berangkat bisa dihitung 10 jari,” kata Kepala Kantor Cabang Karimun kapal ferry Oceanna Eddy Surianto, Rabu (25/03/2020).

Kepala Kantor Cabang Karimun kapal ferry Oceanna Eddy Surianto saat melakukan pengecekan suhu dengan menggunakan termometer infrared sebelum masuk kapal. FOTO PENGURUS KAPAL FERRY OCEANNA UNTUK BATAMPOS .CO.ID

Untuk jadwal keberangkatan kapal ferry Oceanna, yang biasanya beroperasi mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB terakhir dari Tanjungbalai Karimun tujuan Harbour Bay Batam. Sejak Senin (223/03/2020), dilakukan pengurangan jadwal keberangkatan yaitu pukul 07.00 WIB sama 11.00 WIB. Dimana, pada hari biasa pihaknya mengoperasikan enam trip kapal ferry Oceanna secara bergantian.

”Sudah dua pekan terjadi penurunan penumpang mencapai 80 persen. Baik dari Karimun maupun Batam,” ungkapnya.

Namun demikian, pihaknya tetap memprioritaskan para penumpang maupun kru kapal. Sebelum beroperasi dan akan berangkap, kru kapal sudah melakukan penyemprotan cairan disinfektan didalam kapal maupun ruang kemudi. Selain itu, sebelum penumpang menaiki kapal dilakukan pengecekan suhu badan dengan termometer infrared. Termasuk, kapten dan kru kapal juga dicek dan disediakan hand sanitizer didalam kapal.

”Kita dukung pemerintah dalam memerangi virus corona ini, melalui antisipasi penyemprotan cairan disinfektan dan pengecekan suhu badan penumpang maupun kru kapal,” terangnya.

Terpisah Ketua INSA Karimun Bustami Datuk Rajo Marah mengatakan, untuk kapal ferry domestik secara umum masih berjalan melayani para penumpang keberangkatan maupun kedatangan dari berbagai daerah.

” Masih beroperasi untuk domestik. Kalau, pengurangan jadwal keberangkatan, tergantung pihak penggelola kapal,” ujarnya.

Sementara itu pantauan dilapangan, susana pelabuhan Tanjungbalai Karimun terlihat sepi aktivitas calon penumpang yang tujuan domestik maupun luar negeri. Sedangkan, untuk kedatangan dari luar negeri masih didominasi dari Malaysia yang memulangkan Warga Negara Indonesia (WNI) bekerja di negeri Jiran.

”Baguslah pelayanan kru kapal ferry Oceanna, kita dicek dulu suhu badan. Walaupun sebelum keberangkatan sudah dicek, tapi tidak masalah yang penting sudah mengantisipasi pihak pengelola kapal,” ucap Apui salah seorang warga Karimun yang berangkat ke Batam.(tri)