Suasana pusat perdagangan di jalan Nusantara terlihat banyak toko yang tutup, untuk mengurangi penyebaran virus corona.FOTO TRI HARYONO/BATAMPOS

PRO KARIMUN – Untuk antisipasi penyebaran virus corona, sejumlah pusat niaga atau bisnis di Tanjungbalai Karimun melakukan penutupan usaha. Seperti dijalan Nusantara banyak toko-toko yang tutup mulai dari toko perabot, pakaian, makanan dan sebagainya. Termasuk, kedai kopi juga ikut tidak membuka pelayanan bagi masyarakat di Karimun.

”Kita sudah melakukan himbauan kepada para pelaku usaha, mulai dari pemilik toko, tempat hiburan, hotel dan restoran. Dan, responnya cukup bagus, para pengusaha perniagaan banyak yang melakukan penutupan usahanya sementara,” kata Ketua Apindo Karimun Alex Ng, Senin (23/03/2020).

Dengan mengurangi aktivitas kontak langsung dengan publik, berarti para pelaku usaha yang ada di Karimun mendukung program pemerintah dalam menekan penyebaran virus corona. Apalagi, saat ini Karimun sebagai pintu masuk TKI asal Malaysia. Sehingga, semuanya harus tetap waspada dan apabila ada gejala yang mencurigakan segera melapor kepada pihak kepolisian.

”Walaupun, ekonomi kita turun drastis. Paling penting, himbauan yang disampaikan oleh pemerintah maupun kepolisian agar ditaati demi kita semuanya,” pesannya.

Sementara itu pantauan di lapangan, aktivitas dijalan Nusantara terlihat beberapa toko saja yang buka. Sehingga, terlihat sepi dari transaksi jual beli perniagaan yang biasanya cukup ramai lalulalang masyarakat dari pulau untuk membeli kebutuhannya.

Selain itu jasa pelayanan pengiriman seperti, paket pos yang berada di pulau Kundur tetap berjalan normal. Dalam sebulan belakangan ini pengiriam paket maupun dokumen berkisar 20 sampai 25 paket setiap harinya.

”Pengiriman yang cukup signifikan tujuan kota Batam, sampai mengalami overload,” kata Kepala Cabang Kantor Pos Tanjungbatu Firman Herianto.

Disisi lain, hingga sekarang belum ada penundaan akad nikah yang dilaksanakan oleh masyarakat. Hal ini disampaikan Kepala KUA Kecamatan Meral, Sarpan menyebutkan bahwa sesuai permohonan yang sudah teregistrasi, maka akan ada empat pasangan yang akan menikah.

”Insya Allah keempat pasangan sudah memastikan untuk tetap melanjutkan proses akan nikah sesuai dengan jadwal. Tidak ada penundaan yang diberitahukan kepada kita,” jelasnya.

Begitu juga, Kepala KUA Kecamatan Tebing, Selinah menyatakan, bahwa dalam waktu dekat dalam bukan ini akan ada jadwal pernikahan.

”Belum ada yang melaporkan untuk menunda. berdasarkan jadwal, Rabu (25/3) ada pasangan yang akan melaksanakan akad nikah. Kemudian, untuk akhir bulan ini juga ada. Belum ada yang memberitahukan untuk penundaan,” jelasnya.(tim)