PRO KARIMUN – Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Karimun, telah mengeluarkan surat edaran no.510/DISDAGKOP.UKM dan ESDM/III/105/2020 tentang pembatasan pembelian sembako untuk keperluan pribadi. Sebagaimana, tindaklanjut dari surat Mabes Polri noB/1872/III/Res.2.I/2020/Bareskrim tanggal 16 Maret 2020 dan surat dari Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepri no.511.1/195/DPP-DAGRI/2020 tanggal 18 Maret 2020 perihal pengawasan ketersediaan Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) yang menghimbau kepada pengelola fasilitas perdagangan agar melakukan pembatasan pembelian sembako.

”Sebelumnya, kita sudah melakukan himbauan kepada pemilik toko modern. Dan, sudah inspeksi gudang distributor sembako yang saat ini masih ada ketersediaan sembako,” jelas Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Karimun M Yosli, Jumat (20/03/2020).

Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Herie Pramono saat berdialog dengan karyawan toko modern. FOTO SATRESKRIM POLRES KARIMUN UNTUK BATAMPOS.CO.ID

Dalam surat edaran tersebut, bagi masyarakat yang ingin membeli sembako diberikan pembatasan seperti beras maksimal 10 kilogram, gula maksima 2 kilogran, minyak goreng maksimal 4 liter, mie instant maksima 2 dus. Kemudian, bagi pengelola toko moder harap menyediakan tempat cuci tangan atau hand sanitizet, menjaga sanitasi kebersihan di seluruh fasilitas perdagangan dan produksi. Menyediakan, sabun antiseptic di semua fasilitas toilet dan sebagainya.

”Paling penting, karyawan maupun konsumen agar dilakukan pemeriksaan suhu tubuh. Selain itu, bisa menggunakan masket jika sakit demam atau batuk dan alangkah baiknya untuk segera memeriksakan kesehatan ke rumah sakit,” pesannya.

Sementara itu Satgas Pangan Karimun yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Herie Pramono melakukan monitoring terhadap bahan pokok penting dan komoditas lain serta pendistribusian dalam rangka menangani corona virus (Covid-19). Bersama Disdagkop, UKM dan ESDM Karimun mulai dari pengecekan gudang distribusi sembako, toko modern hingga pasar modern. Sekaligus, melakukan pengecekan harga sembako yang ada dipasaran.

”Secara umum, harga sembako stabil dan kebutuhan pangan diwilayah kabupaten Karimun masih normal dan ketersediaannya masih aman,” kata Herie.

Sedangkan, pantauan dilapangan suasana pasar Puan Maimun terlihat sepi dari aktivitas jual beli. Adapun, beberapa harga komoditi sembako masih stabil seperti harga telor ayam Rp1600 per butir atau satu papan Rp45 ribu, kemudian cabe hijau turun Rp30 ribu dari Rp34 ribu per kilogram.

Ayam ras tetap Rp30 ribu per kilogram, daging sapi segar Rp160 ribu per kilogram, bawang merah turun Rp32 ribu dari Rp35 ribu per kilogram, minyak goreng curah Rp11 ribu per kilogram. Sedangkan, beras sendiri masih stabil tetap Rp13.500 per kilogram untuk beras premium. Selanjutnya, beras medium Rp11 ribu per kilogramnya, tepung terigu tetap Rp9000 per kilogram.

”Gula aja naik Rp1000 per kilogram. Sudahlah sepi penjualan, ditambah virus corona lebih sepi lagilah,” kata Butet Sitanggang salah seorang pedagang dipasar Puan Maimun.(tri)