Ketua Apindo Karimun Alex Ng. FOTO TRI HARYONO/BATAMPOS.CO.ID

PRO KARIMUN – Mewabahnya virus corona atau Covid-19 yang terjadi saat ini, perlu disikapi dengan tenang bagi para pelaku usaha pariwisata yang ada di kabupaten Karimun. Hal ini disampaikan Ketua Apindo Karimun Alex Ng, bahwa pengelola perhotelan maupun restoran agar menyediakan pencuci tangan atau antiseptik maupun alat thermometer infrared untuk mengecek suhu tubuh.

”Para pelaku usaha, khususnya pengelola hotel dan restoran juga mempunyai peran penting dalam mengantisipasi tersebarnya virus corona. Seperti yang dilakukan Karimun City Hotel beberapa waktu lalu, yang diharapkan dilakukan oleh hotel-hotel lainnya,” jelas Alex Ng atau Chun Heng, Kamis (19/03/2020).

Karyawan Karimun City Hotel ketika melakukan penyemprotan airan disinfektan disetiap ruangan. FOTO AHMAD UNTUK BATAMPOS.CO.ID  

Selain itu, pihak pengelola hotel maupun restoran harus lebih rutin lagi melakukan penyemprotan cairan disinfektan disetiap ruangan. Maupun, membersihkan area hotel mulai dari ruang tunggu, resepsionis, restoran, kamar dan sebagainya secara berkelanjutan. Dengan demikian, memberikan rasa nyaman baik bagi karyawan maupun para tamu yang datang.

”Paling penting adalah, pengecekan suhu bagi karyawan maupun tamu dahulu, kemudian sediakan hand sanitizer di beberapa titik strategis dan ruang publik di sekitar hotel atau restoranl. Seperti sudut public area, restaurant, counter reseptionist dan pos security,” ujarnya.

Walaupun saat ini kunjungan tamu yang menginap di hotel, terjadi penurunan drastis mencapai 50 persen. Tapi, antisipasi virus corona tetap harus menjadi perhatian bagi para pengelola hotel dan restoran.

”Mudah-mudahan, cepat berlalulah. Paling berdampak, para pengusaha travel yang cukup terpukul akibat virus corona. Termasuk di Karimun ini,” katanya.

Terpisah manager hotel Wiko Kasman Dis mengatakan, pihak manajemen sudah melakukan antisipasi terhadap virus corona dengan cara meningkatkan kebersihan dilingkungan hotel. Walaupun, saat ini kunjungan tamu sangat sepi dan nyaris tidak ada tamu yang menginap.

” Untuk penyemprotan cairan disinfektan sudah kita lakukan. Cuman saya berharap, untuk pajak hotel ada dispensasilah,” ungkapnya.

Harapan dispensasi pajak hotel kepada pihak Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), dengan alasan saat ini kunjungan tamu yang menginap sangat minim sekali. Bahkan, bisa dibilang tidak ada tamu yang menginap di hotelnya dalam beberapa hari ini.

”Syukurlah, kita disini untuk karyawan tidak dirumahkan, akibat tamu tidak ada,” harapnya.(tri)