PRO KARIMUN – Pemerintah kabupaten Karimun, telah membentuk gugus tugas penanggulangan virus corona atau COVID-19 yang dipimping langsung oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq. Pembentukan tersebut melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) dan stakeholder terkait diruang rapat RSUD M Sani.

”Tujuannya, untuk antisipasi dan pencegahan dimasing-masing wilayah, mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten bekerjasama dengan instansi terkait,” tegasnya, Selasa (17/03/2020).

Tiga orang terkena virus corona sedang diisolasi di RSUD M Sani yang sedang menunggu hasil pemeriksaan swap dari Jakarta. FOTO TRI HARYONO/BATAMPOS.CO.ID

Selain itu, dirinya juga telah memerintahkan 13 puskesmas yang ada di kabupaten Karimun untuk menyiapkan satu ruangan observasi tahap awal apabila ada pasien yang mengalami gejala terinfeksi covid-19 sebelum dirujuk ke RSUD M Sani sebagai rumah sakit rujukan isolasi. Kemudian, dari pihak medik center- medik center termasuk dari perusahaan yang mempunyai fasilitas kesehatan.

”Jadi semuanya bersinergi dalam antisipasi penyebaran covid-19 di kabupaten Karimun. Dan, untuk informasi resmi tentang covid-19 satu pintu saja berada di Dinas Kesehatan kabupaten Karimun,” terangnya.

Hingga saat ini, untuk kabupaten Karimun sendiri ada 20 orang yang dianggap suspect corona, dimana 3 orang sedang diisolasi di RSUD M Sani yang masih menunggu hasil pemeriksaan swap dari Jakarta. Kemudian, 1 orang dinyatakan negatif dan sudah diperbolehkan pulang. Selanjutnya, 13 orang dilakukan karantina rumah yang berada di pulau Karimun dan 4 orang di pulau Kundur. Dimana, 17 orang yang dikarantina di rumah, mereka pernah bersentuhan dengan tiga orang yang diisolasi di RSUD M Sani.

”Mudah-mudahan 3 orang yang diisolasi ini hasilnya negatif. Sekali lagi, kepada masyarakat jangan khawatir tapi tetap waspada dan jaga kesehatan tubuh kita,” pesannya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Karimun Rachmadi mengatakan, untuk kondisi 3 orang yang diisolasi RSUD M Sani saat ini masih sedang menunggu hasil pemeriksaan swap dari Jakarta. Dari 3 orang yang dirawat, 2 orang kondisinya sudah ada perkembangan yang bagus, sedangkan 1 orang masih dalam proses perawatan secara insentif. Sebab, satu orang tersebut masuk belakangan.

”Untuk 17 orang, kita menunggu hasil pemeriksaan swap dari Jakarta yang diisolasi. Artinya, apabila negatif hasilnya berarti 17 orang sudah tidak dilakukan karantina rumah lagi,” tegasnya.(tri)