Petugas kesehatan Puskesmas Kundur saat memeriksan suhu badan penumpang yang baru tiba di pelabuhan Tanjungbatu Kundur didampingi Kapolsek Kundur Kompol Endi Endi Endarto. FOTO IMAM SOEKARNO/BATAMPOS.CO.ID

PRO KARIMUN – Tiga orang warga yang baru pulang dari Malaysia ruang isolasi di RSUD M Sani Tanjungbalai Karimun. Ketiganya masuk ruang isolasi yang disiapkan untuk penanganan dan pencegahan Covid-19 atau virus corona baru.

”Tiga orang yang saat ini dirawat di ruang isloasi RSUD M Sani memang baru pulang dari negara Malaysia. Ketiganya masuk secara terpisah. Yakni, dua orang pada Kamis (12/3) dan satu orang pada Jumat (13/3). Hanya dua orang warga Karimun. Sedangkan, satu orang berasal dari Kabupaten Pelalawan, Riau. Hanya saja, memang ketika pulang dari Malaysia melalui Pelabuhan Internasional Karimun,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rahmadi kepada Batam Pos.

Dikatakannya, awal mula ketiga warga tersbeut dimasukkan ke dalam ruang isolasi disebabkan ciri-ciri penyakit yang mirip terjangkit virus korona baru. Yakni, batuk, filek, demam panas dan sulit bernafas Untuk itu, langsung dirujuk ke RSUD M Sani untuk ditangani dengan segera. Dan, untuk sampel ketiga suspek virus corona baru sudah diambil pada Sabtu (14/03/2020).

”Perlu diketahui, bahwa sampel yang diambil dari ketiga warga suspek virus corona bukan dalam bentuk darah. Melainkan, cairan atau dalam bahasa medis disebut swed yang berasal dari tenggorokan. Sampel ini kemudian akan dibawa ke Jakarta. Karena, di Karimun atau wilayah Kepri belum ada alat untuk menguji swed tenggeorokan tersebut. Kita berharap dalam pekan ini sudha ada hasilnya,” jelasnya.

Menyinggung tentang jumlah masyarakat yang dikarantina, Rahmadi menyebutkan, jika sebelumnya hanya ada 4 orang yang dikarantina di rumah, sekarang jumlahnya sudah bertambah menjadi 14 orang.

”Ada tambahan 10 orang yang kita karantina sejak beberapa hari lalu. Dan, 10 orang yang dikarantina ini berada di Pulau Karimun. Dengan demikian, jumlah keseluruhan ada 14 orang yang kita karantina. 4 orang lainnya ada di Pulau Kundur,” paparnya.

Selama masa karantina, lanjut Rahmadi, ke 14 orang tersebut dilarang untuk keluar rumah. Dan, petugas medis sudah disiapkan untuk bertugas melakukan pantauan dan pengecekan. Untuk kebutuhan sehari-hari, akan ada petugas medis yang akan membantu. Dia berharap, masyarakat tidka panik, karena di Karimun belum ditemukan masyarakat yang positif terjangkit virus corona.

Sementara itu Kantor Imigrasi Tanjungbalai Karimun Kelas II Tanjungbalai Karimun, telah memulangkan dua WNA asal Malaysia.

”Memang, Imigrasi menjadi petugas yang bertugas di pintu masuk suatu daerah, khususnya pelabuhan internasional. Dan, sejak banyaknya virus corona dan telah menjangkiti negara Malaysia, maka pihaknya meningkatkan kewaspadaan. Salah satunay dengan cara memulangkan WN Malaysia kembali ke negara asalnya,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Tanjungbalai Karimun, Darmunansyah.

Selama antisipasi virus corona, lanjutnya, sudah dua kali petugas Imigrasi di Pelabuhan Internasional Tanjungbalai Karimun memulangkan WN Malaysia. Jumlahnya dua orang dan pemulangan tersebut terjadi pada Februari dan awal bulan ini. Dan, semua diduga karena mengalami demam. Hal ini diketahui setelah melalui proses oleh instansi terkait yang melakukan pemeriksaan.

”Sejak adanya virus corona, petugas dari kesehatan pelabuhan melakukan pengecekan suhu tubuh terhadap penumpang. Pemeriksaan, ini sebelum masuk ke jalur pemeriksaan Imigrasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan koordinasi, maka WN Malaysia harus dipulangkan. Hal ini dilakukan agar tidka terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.(san)