PRO KARIMUN – Dana desa (DD) yang bersumber dari ABPN untuk tahap pertama sudah cair sebanyak Rp 9,1 miliar lebih. Hanya saja, DD yang telah ditransfer oleh pemerintah pusat ini bukan untuk seluruh desa yang jumlahnya ada 42. Melainkan, hanya untuk 22 desa saja.

”Sesuai dengan laporan yang kita terima, memang DD untuk tahap pertama sudah dicairkan Rp9,1 miliar lebih. Tapi, diperuntukkan hanya untuk 22 desa saja. Sedangkan, 20 desa lagi belum dicairkan. Kemungkinan dalam bulan ini juga akan dicairkan,” ujar Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Karimun, Suwedi kepada Batam Pos, kemarin (12/03/2020).

Belum dicairkannya DD untuk 20 desa lainnya, lanjut Suwedi, berdasarkan informasi yang diperoleh saat ini sedang dalam proses pemasukan data-data melalui sistim keuangan desa (Siskeudes). Artinya, tidak berarti belum dicairkannya DD tahap pertama untuk 20 desa tersebut disebabkan ada persoalan. Melainkan, semaunya membutuhkan proses.

”Untuk tahun ini, besarnya DD untuk tahap pertama yang dicrikan memang berbeda pada tahun-tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu tahap pertama hanya 20 persen. Sedangkan, untuk tahun ini tahap pertama dibayarkan sebesar 40 persen. Makanya, jumlah tahap pertama itu cukup besar. Salah satu tujuannya agar pada awal tahun pelaksanaan APBDes bisa maksimal,” jelasnya.

Menyinggung tentang alokasi dana desa (ADD) yang bersumber dari APBD 2020, Suwedi menyebutkan, untuk ADD juga sudah dicairkan sebanyak 6,2 miliar lebih.

”ADD yang dibayarkan untuk tahap pertama ini hanya untuk 41 desa. Sedangkan, sisanya satu desa lagi masih dalam proses. Dan, ADD yang dikeluarkan pemerintah kabupaten ini untuk keperluan pembayaran penghasilan tetap (Siltap) atau gaji dan operasional. Artinya, DD tidak boleh digunakan untuk membayar gaji,” jelasnya.(san)