PRO KARIMUN – Kabupaten Karimun, kembali mendapatkan kucuran anggaran melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang sanitasi sebesar Rp3 miliar untuk penyediaan prasarana dan sarana air limbah (Ipal). Adapun, daerah yang mendapatkan pembangunan infrastruktur secara Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yaitu tiga kecamatan, kecamatan Meral, Tebing dan Moro dengan lima kelurahan/desa.

”Alhamdulillah, kita mendapatkan lagi alokasi DAK untuk sanitasi. Sebelum direalisasikan atau dikerjakan, kita lakukan pelatihan dahulu terhadap Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL),” jelas Kepala Dinas Perumahan, Kawasan, Pemukiman Karimun Isnaeni, Kamis (05/03/2020).

Delapan Tenaga Fasilitator Lapangan saat mengikuti bimtek dalam rangka persiapan pembangunan IPAL di lima kelurahan/desa. FOTO DINAS PERKIM KARIMUN UNTUK BATAMPOS.CO.ID

Menurutnya, untuk kecamatan Meral berada diwilayah kelurahan Baran Timur, Baran Barat dan Pasir Panjang, kemudian kecamatan Tebing di desa Pongkar serta kecamatan Moro berada di kelurahan Moro Timur. Dengan dilakukan, pelatihan TFL dengan delapan peserta ini bertujuan untuk memberi pengetahuan tentang kegiatan dan tahapan DAK sub bidang sanitasi. Kemudian, memberi pengetahuan dasat teknologi dan teknis mulai dari tahap persiapan, tahap perencanaan, tahap pelaksanaan fisik dan tahap operasi dan pemeliharaan.

”Jadi delapan orang TFL nanti mereka akan membimbing masyarakat yang tergabung dalam KSM, untuk proses pengerjaannya hingga selesai dan bagaimana pemeliharaan kedepannya,” ungkapnya.

Sedangkan, pada tahun 2019 lalu kabupaten Karimun juga mendapatkan DAK sebesar Rp5,2 miliar. Artinya, terjadi pengurangan terhadap anggaran yang dikucurkan oleh pusat ke daerah. Hal tersebut, hampir sama dengan daerah lainnya. Walaupun demikian, pihaknya tetap terus melakukan usulkan untuk mendapatkan anggaran ditahun berikutnya.

”Dengan adanya pembangunan Ipal di kelurahan/desa setiap tahunnya, sangat bermanfaatkan bagi masyarakat dalam pengelolaan limbah rumah tangga. Dan, dapat juga memberikan pembelajaran masyarakat itu sendiri dalam menjaga kebersihan lingkungan,” tuturnya.

Sementara itu Camat Moro Chaidir yang salah satu daerah mendapatkan program sanitasi dari pemerintah pusat mengungkapkan, sangat berterimakasih atas daerah kelurahan Moro Timur mendapatkan pembangunan infrastruktur sanitasi Ipal. Dan, diharapkan ditahun depan juga mendapatkan program yang sama untuk wilayah kelurahan/desa lainnya.

”Infrastruktur sanitasi ipal sangat penting dikelurahan Moro Timur. Mengingat, daerah tersebut cukup padat penduduknya. Serta, dapat terus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk pengelolaan limbah rumah tangga,” jawabnya.(tri)