PRO KARIMUN – Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk tingkat Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan Sekolah Dasar Swasta (SDS) di kabupaten Karimun pada tahun 2020 ini mendapatkan Rp24.629.400.000. Sedangkan, proses penyaluran dana BOS sendiri pada tahun ini berbeda pada tahun sebelumnya. Dimana, pada tahun sebelumnya dana BOS masuk ke Provinsi baru disalurkan ke sekolah masing-masing. Sedangkan, pada tahun ini dana BOS langsung masing ke rekening sekolah penerima dana BOS.

”Alhamdulillah, tahun ini terjadi kenaikan penerima dana BOS. Total sekolah 140 sekolah dasar negeri dan swasta, cuman satu sekolah dasar swasta yang tidak menggunakan dana BOS,” kata Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Karimun Riauwati yang mewakil Kepala Dinas, Kamis (05/03/2020).

Dalam, proses pencairan dana BOS pada tahun ini, dari pusat langsung masuk ke rekening sekolah masing-masing. Sedangkan, proses pencairan sendiri dilakukan tiga kali selama satu tahun, dimulai dari caturwulan pertama yaitu bulan Januari, Februari, Maret dan April sebesar 30 persen, caturwulan kedua 40 persen pada bulan Mei, Juni, Juli, Agustus dan caturwulan ketiga 30 persen pada bulan September, Oktober, November dan Desember.

”Pada caturwulan satu sudah masuk ke rekening masing-masing. Tinggal, proses pencairan setelah pihak SD membuat SPJ pada tahun lalu melalui online dan fisiknya,” terangnya.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Karimun Riauwati.FOTO TRI HARYONO/BATAMPOS.CO.ID

Selanjutnya, penggunaan dana BOS saat ini bisa dipergunakan pembayaran honor guru, tenaga pengajar maksimal sebesar 50 persen untuk batas penyalurannya tanpa perbedaan antara SDN dan SDS. Para penerima honor tersebut, harus mempunyai Nomor Unit Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) yang berbeda dari tahun sebelumnya yaitu 15 persen untuk SDN dan SDS 30 persen. ” Untuk pembelian buku juga tanpa batas, sesuai kebutuhan pihak sekolah. Kemudian, pembelian multimedia juga tanpa batas, tapi harus disesuaikan pihak sekolah. Artinya, aturan penggunaan dana BOS pada tahun ini berbeda pada tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Untuk Caturwulan pertama Rp7.388.820.000, caturwulan kedua Rp9.851.760.000 dan caturwulan ketiga Rp7.388.820.000. Sedangkan, dari Dinas Pendidikan Karimun sendiri hanya menerima laporan penggunaan dana BOS. Sehingga, realisasi dana BOS tersebut sepenuhnya tanggungjawab pihak sekolah masing-masing.

”Data nomor rekening masing-masing sekolah sudah sampai di pusat. Jadi, masing-masing sekolah tinggal masukkan data ke pusat yang sudah disiapkan aplikasinya. Untuk tahun ini penerima dana BOS bagi pelajar SD terjadi kenaikan Rp100 ribu dari Rp800 ribu satu tahun menjadi Rp900 ribu per tahun dan sama pelajar SDN dan SDS,” kata Riauwati.

Sementara itu pemerhati pendidikan Karimun Raja Zurantiaz saat dimintai tanggapannya tentang penyaluran dana BOS yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, ia mengungkapkan untuk penggunaan dana BOS pertanggungjawabannya berada dipihak sekolah. Sehingga, harus benar-benar disalurkan kepada yang berhak.

”Dilihat sistemnya sangat bagus langsung disalurkan ke rekening sekolah masing-masing. Tapi, perlu diingat pihak sekolah harus benar-benar disalurkan dana BOS kepada para pelajar, jangan lagi terjadi kasus yang bantuan KIP pada tahun lalu. Ada salah satu sekolah, oknum guru melakukan hal yang tidak terpuji terhadap penyaluran tersebut,” tegasnya.(tri)