foto.ristanto untuk batampos
Seorang anak mengikuti lomba gasing yang dihelat GERMAT Timah.

PRO KARIMUN – Siapa sih yang tidak mengenal permainan gasing? Permainan tradisional nusantara yang mulai redup ini, coba diangkat kembali oleh karyawan PT Timah Tbk Wilayah operasi Kepri dan Riau melalui Persatuan Gasing Anak Timah (PERGAT) Kundur, dengan menggelar pertandingan tingkat anak-anak SD dan SMP.

Alhasil, seratusan peserta se Pulau Kundur ikut ambil bagian pertandingan yang dipusatkan di Komplek PT Timah. Ini membuktikan, permainan tradisional dari bahan kayu tersebut masih diminati.

Koordinator lomba gasing Hairun Ahmad mengatakan, selain untuk saling bersilaturahmi antarsesama pemain gasing, juga sebagai wadah menyalurkan hobi bermain gasing.

Diakuinya permainan gasing belakangam ini mulai tersisih, dan terancam punah dengan kemajuan zaman digital sekarang ini.

“Lomba gasing ini salah satu upaya untuk melestarikan permainan rakyat serta memjunjung adat budaya sebagai
masyarakat Melayu. Sekaligus sebagai upaya mengurangi ketergantungan anak anak pada gadget (handphone) sehingga diharapkan anak anak dapat saling ber interaksi dengan sesama,” katanya.

Lomba gasing dibuka Management PT Timah yang diwakili Nono Budi Priono, selaku Kepala Unit Metalurgi Kundur. Nono Budi Priono memberikan motivasi kepada anak anak agar ikut melestarikan budaya permainan gangsing.

“Dengan bermain gasing, kita harapkan dapat mengurangi anak-anak dari memainkan game online. Bagi pemenang panitia sudah menyiapkan hadiah uang pembinaan, piagam serta piala,” tukas Nono. (ims)