ilustrasi

PRO KARIMUN – Pemerintah Kabupaten Karimun tahun ini menargetkan menurunkan angka kekerdilan atau stunting. Mewujudkan ini, pemerintah membentuk tim.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Karimun, Rahmadi, mengatakan masalah kekerdilan bukan hanya persoalan di Karimun. Melainkan masalah nasional.

”Kita bersama-sama punya tugas bisa mencegah agar stunting di Karimun bisa menurun kasusnya. Untuk itu dibentuk tim yang melibatkan semua OPD dan instansi terkait yang ada di daerah kita,” kata Rahmadi, Kamis (13/2/2020).

Berdasarkan data pada 2019 kasus stunting terhadap anak di Karimun mencapai 15,4 persen. Meski lebih dari 10 persen kasus yang ditemukan, namun secara nasional angka ini masih kecil. Secara nasional angkanya lebih dari 20 persen. Berarti stunting masih rendah di Karimun. Meski angka kasus stun-ting di bawah angka nasional, namun hal ini jangan sampai membuat terlena. Melainkan, harus tetap bekerja dengan turun ke lapangan.

Sementara di 2020, pihaknya menargetkan bisa menurunkan angka stunting sebesar 5 persen. Artinya, dari angka tahun lalu jumlah kasus stunting sebanyak 15,4 persen bisa menjadi 10 persen saja.

”Untuk bisa menurunkan angka kasus stunting terhadap anak tidak hanya peran pemerintah saja. Melainkan, juga peran masyarakat, khususnya orangtua dalam mengatur pola makan anak,” jelasnya.

Salah satu hal yang disampaikan guna mencegah anak tidak kerdil dengan rutin memberikan obat cacing dua kali dalam setahun. Yakni, setiap enam bulan sekali. Karena, cacing merupakan salah satu penyebab terjadinya kekerdilan terhadap anak. (san)