PRO KARIMUN – Dinas Pangan dan Pertabian Kabupaten Karimun mengimbau kepada seluruh masyarakat yang ada di Pulau Karimun dan juga pulau-pulau lainnya agar tidak melakukan pembakaran lahan. Mengingat saat ini curah hujan jarang terjadi.

“Memang, kita ada beberapa kali turun ke lapangan. Khususnya lahan pertanian yang terbakar. Salah satunya di Pulau Kundur pekan lalu mengalami kebakaran. Kita melakukan sosialisasi dan sekaligus mengimbau dan mengingatkan kepada para petani agar tidak melakukan pembakaran lahan ketik akan menggunakan lahan untuk ditanami,” ujar Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun, Sukrianto kepada Batam Pos, kemarin (11/2/2020).

Dengan melakukan pembkaran,. katanya, tentu saja bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, ketika api masih dalam kondisi kecil masih bisa dikawal. Tapi, kalau sudah membesar akibat ditiup angin maka bisa menimbulkan bahaya. Yakni, membakar lahan perkebunan lain yang ada berdekatan atau terkena pemukiman warga. Untuk itu, hentuikan pembkaran lahan.

Sementara itu Kasat Pol PP Kabupaten Karimun, Tejaria secara terpisah mengakui dalam dua bulan terakhir ada beberapa kali warga melapor ke Bidang Pemadam Kebakaran.

”Tidak hanya siang, tapi pada malam hari kalau ada masyarakat yang lapor ke kita ada kebakaran lahan, maka kita tetap harus turun ke lapangan untuk melakukan pemadaman,” jelasnya.

Bahkan, lanjutnya, belum sempat istirahat petugas pemadam kebakaran tiba di kantor usai melakukan pemadaman, ada warga yang menghubungi kebakaran lahan ditempat lain. Untuk itu, dia juga menghimbau agar lahan kering yang akan digunakan untuk bercocok tanam tidak dibakar. Kemudian, saat ini hujan sudah jarang, sehingga banyak daun atau lalang kering yang mudah terbakar. Jangan membuang puntung rokok sembarangan. (san)