F. TRI HARYONO/BATAM POS
SEJUMLAH pedagang memilih duduk santai sembari makan karena sepinya pembeli, dampak dari naiknya sejumlah harga bumbu dapur impor Tiongkok seperti bawang putih, bawang bombai, cabai merah, dan lainnya.

PRO KARIMUN – Merebaknya virus corona belaka-ngan ini berdampak naiknya sejumlah harga bahan pangan, khususnya bumbu dapur di tingkat pedagang di Pasar Mutiara, Tanjungbatu. Se-perti bawang putih dan cabai kering asal Tiongkok yang semula harganya Rp 30 ribu per kilogram (kg), kini tembus Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu.

Seperti disampaikan Yanti, pedagang sembako di Pasar Mutiara. Kenaikan bawang putih dan cabai impor dari Tiongkok sudah berlangsung sejak empat hari lalu. Kenaikan harga tersebut diakuinya dari distributor. Ini diperparah dengan menipisnya stok.

”Sudah empat hari lalu sejumlah bahan pangan, khususnya bumbu dapur har-ganya sudah menggila. Kami mau bilang apalagi, tak mungkin kan tetap kami jual harga lama, sedangkan dari tengkulak harganya sudah tinggi, rugi dong saya kalau saya jual dengan harga lama,” ujarnya.

Begitu juga dengan kentang asal Tiongkok yang sebelumnya harga per karungnya 18 kg Rp 168 ribu, kini sudah tembus Rp 190 ribu. Begitu juga bawang bombai asal Tiongkok yang semula harga per kg Rp 20 ribu, saat ini tembus Rp 35 ribu.

”Naiknya hampir semua harga bumbu dapur, otomatis jumlah pembeli pun turun drastis. Sepi sekarang ini orang belanja ke pasar,” terang Yanti mengakhiri. (ims)