PRO KARIMUN – Bupati Karimun Aunur Rafiq, belum lama ini meresmikan pelabuhan Jang Dalam dan pelabuhan Jang Luar kecamatan Moro dengan nilai kontrak mencapai Rp1.8miliar lebih dari anggaran Pusat pada tahun 2019 lalu.

Dalam kesempatan tersebutRafiq menyampaikan, keberadaan pelabuhan yang penting bagi warga untuk melakukanaktivitas transportasi laut.

“Pesan saya tolong dijaga aset yang cukup besar ini. Dan silahkan, dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan ekonomi para warga yang mayoritas nelayan,” pesannya.

Lanjutnya, keberadaan pelabuhan tersebut sebagai akses masuk dan keluar barang yang akan dikirim keluar daerah. Sehingga, bisa berimbas untuk menggerakan roda ekonomi masyarakat itu sendiri nantinya.

Bupati Karimun Aunur Rafiq (kemeja putih) didampingi Camat Moro Chaidir saat meninjau pelabuhan jang dalam dan luar yang selesai dibangun belum lama ini

Dengan demikian, kedua pelabuhan ini harus benar-benar dapat dijaga oleh seluruh komponen masyarakat didesa Jang.

“Selamat beraktivitas, tetap menjaga keselamatan saat berlayar nanti,” ungkapnya.

Sementara itu Camat Moro Khaidir ketika dikonfirmasi mengatakan, dengan resminyapemanfaatan pelabuhan tersebut. Berarti, masyarakat bisa lebih cepat akses menuju pelabuhan yang sebelumnya pelabuhan tradisional terbuat dari beton.

Sehingga, untuk kenyamanan turun naik masyarakat yang mayoritas berpencaharian sebagai nelayan tidak khawatir lagi.

“Alhamdulillah, sangat bermanfaat bagi warga saya. Walaupun, baru saja diresmikan geliat aktivitas masyarakat sudah cukup ramai sekarang,” jelasnya, Kamsi (6/2/2020).

Keberadaan, pelabuhan Jang Dalam dan Luar berada di desa Jang sangat penting bagi warganya. Mengingat, selain sektor ekonomi juga aktivitas anak-anak pelajarSMP maupun SMA lebih cepat menuju kota Moro dengan menempuh waktu sekitar 5 menit lebih. Dengan jumlah penduduk sekitar 500 jiwa, yang didominasi para nelayan.

“Aktivitas sudah lancarlah sekarang. Semua bisa dikirim, dengan waktu cepat melalui pelabuhan baru ini,” ungkapnya.

Sedangkan tokoh masyarakat Jang Nurbi yang juga mantan Kepala Desa Jang menyambut baik, pelabuhan yang baru dibangun tersebut. Dan, sekarang bisa dinikmati semua masyarakat di desa Jang itu sendiri. Sebab, dulu dua pelabuhan tersebut dahulu masih manual dan sudah banyak yang rusak. Sehingga, ketika musimhujan warga yang akan berangkat merasa kesulitan.

“Selain nelayan, disini juga ada petani yang mengelola hasil kebunnya. Listriksudah masuk, walaupun tidak 24 jam hanya mulai pukul 17.00 WIB hingga 07.00 WIB nyalannya,” ucapnya.(tri)