PRO KARIMUN – Bupati Karimun Aunur Rafiq, Rabu (5/2) memimpin rapat pengembangan bandara Raja Haji Abdullah (RHA) di ruang rapat bandara. Ini, menindaklanjuti pertemuan dengan Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi bersa-ma rombongan saat berkunjung ke Karimun belum lama ini. Kesempatan tersebut, Rafiq membahas tentang pembebasan lahan yang ada di sekitar bandara untuk perpanja-ngan landasan pacu pesawat atau runway, dari 1. 400 meter menjadi 2.000 meter.

”Di sini kita melakukan berbagai persiapan, mulai dari pembebasan lahan, perizinan dan sebagainya. Sebagai, laporan perkembangan proses yang sudah dijalankan oleh peme-rintah daerah kepada pusat nantinya,” terang Rafiq.

Sesuai yang disampaikan oleh Menhub RI, pada tahun ini secara bertahap akan membangun 200 meter untuk runway, hingga tahun 2021 mendatang. Sedangkan, disisi darat nanti akan ditambah 400 meter lagi dengan demikian hingga akhir 2021 mendatang dengan panjang 2.000 meter dengan fasilitas yang sudah memadai.

Bandara Karimun

”Salah satunya, pembebasan lahan yang ada di darat. Dan nanti bisa didarati oleh pesawat berbadan besar,” ujarnya.

Dengan demikian, lanjut Rafiq lagi persiapan-persiapan sudah dimulai dan diharapkan dukungan semua masyarakat untuk perluasan bandara dapat diselesaikan secara baik. Sehingga, pembangunan perluasan bandara RHA bisa berjalan lancar dan segera dapat dimanfaatkan oleh publik. Secara otomatis bisa menggerakan ekonomi di Kabupaten Karimun.

”Insyaallah, mudah-mudahan semuanya berjalan lancar. Dan, segera bisa dimanfaatkan untuk transportasi udara yang lebih presentatif lagi,” tuturnya.

Usai melakukan rapat, Rafiq didampingi Sekda Karimun, M Firmansyah, Ketua DPRD Karimun, M Yusuf Sirat melakukan peninjauan lokasi RHA.

Dimana, sebelumnya Menhub RI Budi Karya Sumadi mengatakan, penambahan runway bandara ditargetkan pada 2021 akhir selesai dikerjakan dengan anggaran Rp 100 miliar. (tri)