Pemilik lahan bersama warga dan Kapolsek Kundur berada di kebun rambutan yang terbakar di Parit Muda Kelurahan Tanjungbatu Barat, sampai saat ini api sulit dipadamkan disebabkan lahan gambut.
foto: batampos.co.id / imama soekarno

PRO KARIMUN – Kebakaran hutan pada lahan gambut akhir 2019 lalu, hingga saat ini belum mati total. Akibat kebakaran tersebut, ratusan batang tanaman karet (getah) yang memasuki siap panen milik warga di Parit Muda, Kelurahan Tanjungbatu Barat, ludes terbakar. Akibatnya, pemilik lahan harus kehilangan mata pencaharian.

Mengantisipasi meluasnya kebakaran, pemilik lahan dibantu warga berjaga-jaga di kebun karet. Kebakaran kebun ini juga menghanguskan tanaman rambutan milik Bupati Karimun Aunur Rafiq.

Disampaikan Atan, pemilik lahan, , Rabu (15/1), tanaman karet miliknya sebanyak 600 batang ludes terbakar. Tanaman ini sudah berusia delapan tahun dan saatnya dipanen (sadap) getahnya.

“Sedikitnya 600 batang tanaman karet yang harusnya awal tahun ini disadap getahnya, malah terbakar tidak tersisa. Asal api tidak diketahui, namun pada akhir tahun lalu tiba-tiba api melahap seluruh tanaman karet,” terangnya.

Azmar, salah seorang warga yang ikut membantu memadamkan api, mengaku upaya yang dilakukan dengan menebas dan membersihkan rumput dan semak belukar agar api tidak meluas. Selain itu dengan cara menyiram air menggunakan mesin pompa air pada titik api.

”Kesulitan yang dialami lahan gambut sehingga api tidak mati total, ditambah cuaca panas,” ujarnya.

Menyikapi kasus kebakaran hutan dan lahan, Kapolsek Kundur Kompol Endi Endarto yang ikut memadamkan api bersama anggotanya menegaskan, berbagai upaya dan sosialisasi larangan membakar lahan sudah dilakukan. Namun, kejadian kebakaran hutan dan lahan masih saja berlangsung. (ims)