PRO KARIMUN – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Karimun, mengalami kekosongan stok blangko e-KTP. Sehingga, proses pembuatan e-KTP digantikan dengan surat kete-rangan (suket). Bagi masyarakat yang e-KTP-nya rusak, hilang dan sebagainya, untuk sementara bisa menggunakan suket.

’’Untuk blangko e-KTP di pusat sudah tersedia. Cuma, kita masih nunggu anggaran untuk mengambil blangko di pusat sekitar 500 lembar dulu,’’ jelas Kepala Dinas Kependudukan, Catatan Sipil Karimun, M Tahar, Senin (13/1/2020).

Masyarakat yang sudah melakukan print ready record (PRR) mencapai 3.000 orang, belum termasuk e-KTP rusak, hilang, dan perubahan biodata. Sehingga, Kabupaten Karimun sendiri membutuhkan 5.000 blangko e-KTP untuk melakukan pencetakan.

’’Kalau perekaman tetap berjalan di setiap kecamatan. Yang jelas, Februari nanti sudah normal kembali blangko e-KTP’’ ungkapnya.

Terpisah, Sekretaris Camat Karimun, Efrian Santana me-ngatakan, saat ini pihaknya tetap melakukan perekaman biodata untuk pembuatan e-KTP. Sedangkan, e-KTP yang sudah dicetak dan masih tersimpan di kantor Kecamatan Karimun cukup banyak di atas 500 lembar.

Pegawai Kecamatan Karimun menyeleksi e-KTP yang sudah tercetak sesuai alamat rumah.

’’Kita mengimbau masyarakat, agar e-KTP yang sudah dicetak diambil di kelurahan atau desa. Saya lihat, e-KTP yang sudah jadi sejak 2016 hingga 2019 masih tersimpan,’’ terangnya.

Dimana, lanjut Efrian, Kecamatan Karimun mempunyai enam kelurahan dan tiga desa.
Sehingga, bagi masyarakat yang sudah melakukan perekaman, dimohon untuk mendatangi kantor kelurahan atau desa. Atau bisa datang langsung ke kantor Camat Karimun, supaya bisa memastikan e-KTP sudah siap tercetak atau belum.

Kenapa demikian, e-KTP sangat banyak manfaatnya untuk berbagai keperluan selain sebagai identitas diri. Sebab, apabila dilihat dari data e-KTP yang sudah selesai cukup lama dilihat dari tahun proses pencetakannya.

’’Sekali lagi saya imbau kepada masyarakat, silakan cek maupun verifikasi kepada pihak kelurahan atau desa. Apakah, e-KTP sudah siap atau belum, termasuk verifikasi data apabila terjadi dobel e-KTP,’’ ujarnya. (tri)