PRO KARIMUN – Sensus Penduduk tahun 2020 mulai dilaksanakan bulan Februari menerapkan metode Sensus Penduduk Online (SPO), dan Sensus Penduduk Wawancara (SPW). Untuk itu, perlu dukungan dari masyarakat agar dapat pelaksanaannya berjalan lancar, dan sukses.

“Metode SPO caranya yakni penduduk diminta mengisi datanya sendiri. Sedangkan metode SPW, petugas yang melakukan pendataan,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karimun, Nurul, Sabtu (11/1/2020).

Sesuai jadwal, pelaksanaan sensus diawali dengan melakukan rapat koordinasi sensus (Rakorsus) di setiap kantor kecamatan. Tentunya melibatkan lurah dan kepala desa. Sehingga, waktunya akan disesuaikan dengan pihak kecamatan.

“Untuk turun ke lapangan melakukan sensus penduduk 2020, kita menggunakan perangkat RT untuk mendampingi petugas dari BPS melakukan verifikasi penduduk. Termasuk untuk melakukan sensus dengan metode SPW,” jelasnya.

Dengan demikian, sensus yang akan berakhir pada 31 Maret 2020 dapat memberikan satu data kependudukan yang valid. Yakni, data yang ada di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil sama dengan yang ada di BPS.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Karimun, M Tahar secara terpisah membenarkan sensus penduduk sudah dimulai pertengahan bulan depan.

”Hanya saja untuk data kependudukan, pihak BPS akan mengambil langsung dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil). Meski demikian, jika BPS di Karimun membutuhkan data kita siap untuk memberikan,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, untuk jumlah penduduk tahun lalu secara menyeluruh belum dilakukan perekapan. Namun, kalau
untuk semester satu 2019 jumlahnya 249.375 jiwa.

“Berdasarkan rekapitulasi tahunan biasanya terjadi penambahan penduduk di Karimun sebanyak 2 persen. Sebagian besar dari 2 persen tersebut bukan kelahiran, tapi karena pindah datang ke Karimun,” beber Tahar. (san)