f.dok
Pedagang Pasar Rakyat di Tanjungbatu menempati penampungan sementara.

PRO KARIMUN – Janji pemerintah untuk segera merampungkan pemindahan pedagang ke Pasar Rakyat Terpadu di tahun 2020, belum terealisasi. Nyatanya kini, ratusan pedagang masih menempati lapak, dan kios sementara paska revitalisasi pasar rakyat, tahun 2018 lalu.

Revitalisasi Pasar Rakyat Terpadu Tanjungbatu Kundur menghabiskan anggaran Rp15.070.242.000 melalui APBD Karimun tahun 2018/2019. Pengerjaan proyek oleh PT Inco Sakti dilaksanakan sejak 2018, dan dijadwalkan rampung akhir 2019.

“Sampai sekarang, Pasar Rakyat Terpadu belum juga diresmikan. Makanya, kami mendesak segera dipindahkan dari lokasi penampungan sementara ini,” ujar seorang pedagang, Johandra, Kamis (9/1/2020).

Alasan segera pindah, karena lokasi penampungan sementara di eks Pasar Indra Sakti tidak memadai. Selain kiosnya sempit, pembeli pun sepi sehingga pedagang sudah tidak sabar segera pindah ke bangunan baru.

“Sampai sekarang belum ada informasi kapan pedagang dipindahkan ke bangunan baru. Padahal janjinya, awal tahun 2020 pedagang sudah dipindahkan. Jujur saya sudah tidak tahan lagi menempati kios penampungan sementara ini,” keluh Johan.

Kepala Unit Pasar Tanjungbatu Perusahaan Daerah (Perusda) Karimun, H.Maksum mengaku tidak tahu menahu terkait kapan penempatan pedagang ke lokasi baru. Sepengetahuannya, proyek masih dalam pengerjaan, dan belum tahu kapan diresmikan.

“Kami hanya melaksanakan perintah dari atasan, dan menjalankanya. Yang pasti, jika tidak ada perubahan jadwal, baru yang akan diresmikan Pasar Rakyat Sawang, Kecamatan Kundur Barat pada Senin (12/1/2020),” tutur Maksum. (ims)