PRO KARIMUN – 19 cikgu (guru) dari berbagai tingkatan sekolah Kota Pahang, Malaysia, Sabtu (6/12), mengunjungi sejumlah situs cagar budaya di tanah Melayu. Kunjungan cikgu yang menamakan diri backpacker ini mengawali kunjungan di situs cagar budaya makan Badang yang berada di Pulau Buru, Kecamatan Buru, Kabupaten Karimun.
Selanjutnya rombongan mengunjungi obyek wisata Batulimau yang terkenal dengan cerita legendanya yang berada di wilayah Kecamatan Ungar, Kabupaten Karimun.

Ketua rombongan Backpacker, Ibrahim mengatakan, mereka setiap tahunnya selalu berkunjung di sejumlah situs cagar budaya yang ada di tanah Melayu, khususnya di Provinsi Kepri. Menurutnya, selama ini mereka hanya mengetahui dari buka yang dibaca dan cerita legenda. Terutama situs cagar budaya makam Badang yang sudah cukup terkenal tersebut.

“Alhamdulillah akhirnya rombongan dapat melihat langsung di situs cagar budaya makam Badang di Pulau Buru. Sedari kecil saye selalu mendengar cerite tentang legenda Badang, wah ternyata di sini ada makamnya. Cerite yang selalu kami dengarkan ternyata bukan mitos dan ini perlu kami beri tahu kepade generasi mude di Malaysia,” ujar Ibrahim.

Menurutnya, rombongan akan mengunjungi Masjid Penyengat, Kabupaten Lingga dengan misi yang sama. Yakni berkunjung situs cagar budaya Melayu. Ibrahim juga mengatakan tujuan kunjungannya bukan sekadar berwisata, namun sebagai studi banding untuk dijadikan bahan kajian sejarah yang akan disampaikan kepada generasi muda di Malaysia nantinya.

”Kami juga sampaikan terimakasih atas sambutan dan layanan masyarakat yang ramah selama berkunjung di tempat-tempat situs cagar budaya,” ujarnya.

Sementara, menurut Muslim Piliang wartawan RRI Batam sebagai penanggungjawab rombongan, kunjungan Cikgu Malaysia menyampaikan terimakasih dan bangga atas kunjungan ini. Menurutnya, sungguh di luar dugaan ternyata banyak warga Malaysia yang menghormati dan berupaya melestarikan situs cagar budaya yang ada di Kabupaten Karimun Bumi Berazam tersebut.

”Di Karimun mereka mengunjungi masjid Mubarak, masjid tertua di Kecamatan Meral usianya mencapai 140 tahun. Melihat tapak kaki Badang di pulau Buru, Kecamatan Buru dan Batu Bersurat yang terletak di kawasan Batu Granit, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat. (ims)