PRO KARIMUN – Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Karimun mencatat dalam 10 bulan terakhir tahun ini menemukan 70 kasus human immunodeficiency virus (HIV) baru.

”Jumlah 70 orang yang ditemukan sudah positif HIV termasuk di dalamnya tujuh orang ibu hamil merupakan jumlah sementara,’’ ujar Ketua KPAD Kabupaten Karimun, Erwan Muharuddin, kepada Batam Pos, Senin(2/12/2019).

Artinya, jumlah tersebut berdasarkan hasil rekapitulasi dalam kurun waktu Januari sampai Oktober.

“Sedang-kan untuk bulan lalu belum selesai dilakukan rekap,” katanya.

Dia berharapkan tidak ada lagi kasus baru masyarakat yang positif terkena HIV. Sehingga, jumlah kasus HIV yang ditemukan tahun ini lebih kecil dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu jumlah masyarakat yang positif terinfeksi HIV sebanyak 116 orang. Ini menunjukkan, masyarakat sudah mengerti dan memahami pentingnya bahaya seks bebas. Sebab, sebagian besar yang terinfeksi berasal dari seks bebas dan, ibu hamil tertular tentunya berasal dari pasangannya.

Menyinggung tentang masyarakat yang positif Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), Erwan menyebutkan, data sementara masyarakat yang positif AIDS sebanyak 34 kasus.

’’Tahun lalu jumlah penderita AIDS 60 kasus. Dan, yang sudah meninggal tahun ini ada beberapa orang,’’ paparnya.

Bagi masyarakat yang ingin melakukan pemeriksaan apakah terinfeksi HIV/AIDS bisa dilakukan di RSUD M Sani dan tujuh tempat lainnya. Yakni, di Puskesmas Kecamatan Karimun, Tebing, Meral dan Kecamatan Meral Barat. Kemudian di Puskesmas Kecamatan Kundur, Kundur Barat dan Kundur Utara.

Untuk kemudahan pende-rita HIV/ AIDS di luar Pulau Karimun bisa mendapatkan obat HRV secara gratis di Pus-kesmas Kundur.

”Jika selama ini, masyarakat penderita HIV/AIDS ketika akan mengambil obat HRV harus ke RSUD M Sani. Tapi, saat ini untuk kemudahan dan menghemat biaya sudah ditunjuk Puskes-mas Kundur sebagai tempat pengambilan obat HRV,’’ jelasnya. (*)