PRO KARIMUN – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karimun, Nurul Choiriyati, menegaskan bahwa sensus penduduk pada 2020 menggunakan sistem digital. Petugas yang akan mendata ke rumah warga cukup membawa ponsel dan tidak lagi membawa formulir untuk diisi data dan identitas warga seperti tahun sebelumnya. Hal itu disampaikan Nurul Choiriyati dalam acara Sosialisasi Sensus Penduduk di Hotel Gembira, Tanjungbatu, Selasa (26/11/2019).

Dalam acara Sosialisasi Sensus Penduduk 2020 yang dibuka Asisten II Kabupaten Karimun, Sensisiana ini menghadirkan nara sumber Kepala Bidang Pelayanan dan Catatan Sipil, Disdukcapil Kabupaten Karimun, M Apandi. Diikuti oleh camat se-Pulau Kundur yaitu dari Kecamatan Kundur Utara, Kundur Barat, Kundur Utara, Ungar, Belat dan Kecamatan Moro. Juga lurah dan kepala desa serta kepala SMA sederajat se Pulau Kundur, Kapolsek Kundur serta perwakilan Sekolah Polisi Negara (SPN) dan instansi terkait.

“Petugas cukup membawa hape dan datanya langsung diupdate secara online,”tegas Nurul Choiriyati.

Foto Kepala BPS Karimun Nurul Choiriyati tengah gunakan jilbab merah foto bersama Asisten II, Muspika dan undangan selesai acara sosialisasi sensus penduduk 2020 di Hotel Gembira Selasa 26/11.
foto: batampos.co.id / Imam Sukarno

Ditargetkan pada Februari- Maret data sudah masuk secara online, hingga Juli satu bulan penuh untuk data offline. Dalam penyampaiannya, Sensisiana mengharapkan dukungan dan peran aktif masyarakat. Dalam hal ini diminta camat, lurah, kepala desa untuk memberikan fasilitas kepada petugas guna memudahkan sensus penduduk 2020.

Selain itu diimbau kepada seluruh kepala sekolah, orangtua untuk mengizinkan pelajar dan anaknya untuk membantu kegiatan sensus penduduk sistem digital. Diharapkan warga masyarakat dapat memberikan data yang benar, tepat dan akurat. Sehingga dapat menjadi data yang berkualitas menjadi warisan pada 10 tahun ke depan.

Menurut M Apandi, pendataan penduduk melalui sensus penduduk 2020 dinilai penting.

“Dengan sistem digital yang akan dilaksanakan nantinya lebih menjaga akurasi data. Sehingga ke depannya tidak terjadi lagi data warga yang ganda maupun ada warga yang belum terdata. (ims)