PRO KARIMUN – Satuan Reskrim Polres Karimun bersama Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) Polda Kepri, Selasa (26/11), melakukan penggalian kuburan milik almarhumah Khairunisa, 15, di pemakaman umum Kelurahan Teluk Air, Kecamatan Karimun.

Penggalian kuburan almarhumah Khairunisa ini masih dalam rangka penyelidikan.

“Artinya, kita melakukan de-ngan cara metode antropologi yang melibatkan dokter forensik dari Bidokkes Polda Kepri, tujuannya untuk pengambilan sampel DNA dari tulang dan tengkorak almarhumah untuk pembanding,” ujar Kasat Res-krim Polres Karimun, AKP Heri Pramono, kepada Batam Pos.

Dikatakan Herie, apa saja yang diambil dari tulang dan tengkorak almarhumah Khai-runisa belum bisa disampaikan. Yang jelas, salah satu tujuan pengambilan sampel bagian tulang dan tengkorak oleh Bidokkes untuk mengungkap penyebab kematian. Untuk itu, saat ini pihaknya belum bisa menyimpulkan apa yang menjadi penyebab kematian.

”Penyebab atau indikasi kematian almarhumah Khairunisa tunggu hasil autopsi. Setelah itu, akan kita gelar hasil autopsinya,’’ paparnya.

Bidokkes Polda Kepri dan Inafis Sat Reskrim Polres Karimun menggali kuburan almarhumah Khairunisa, Selasa (26/11). FOTO f. SANDI PRAMOSINTO/BATAMPOS.CO.ID

Perlu diketahui, bahwa pembongkaran kuburan Khairunisa sudah mendapat persetujuan dari pihak keluarga. Selain itu, juga ada aturan yang mengatur tentang hal ini. “Artinya, terkait suatu kasus bisa ditempuh dengan cara menggali kuburan orang yang sudah meninggal,” terangnya.

Sesuai berita di koran ini, Khairunisa seorang pelajar dilaporkan hilang oleh pihak keluarganya pada Juni lalu. Pada bulan lalu tepatnya Jumat (25/10) ditemukan sudah jadi tulang belulang di semak-semak yang ada di Kampung Tengah, Kelurahan Lubuk Semut, Kabupaten Karimun oleh warga sekitar. Hasil pemeriksaan forensi tim medis dari RSUD dan juga pihak keluarga memastikan bahwa tulang belulang yang ditemukan tersebut memang benar Khairunisa. Hal ini dikuatkan dengan kerudung dan pakaian yang masih membungkus tulang belulang. (san)