PRO KARIMUN – Realisasi pembangunan infrastruktur SMP/sederajat di Kabupaten Karimun hampir selesai 100 persen. ”Alhamdulillah, secara umum sudah selesai 100 persen. Tinggal, SMPN 2 Satu Atap Durai, pembangunan laboratorium IPA yang sudah selesai 90 persen,’’ kata Kasi Kelembagaan Sarana dan Prasarana SMP, Dinas Pendidikan Karimun, Sawirdi, mewakil Kepala Dinas, Rabu (26/11/2019).

Pembangunan laboratorium IPA tersebut terkendala lambatnya pengiriman material bangunan. “Tapi, mudah-mudahan akhir bulan ini sudah selesailah,” harap Sawirdi.

Tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) mencapai Rp 5,16 miliar yang terbagi dari dua alokasi. Pertama alokasi untuk DAK reguler sebesar Rp 4,49 miliar di 10 SMP untuk pembangunan infrastruktur rehab ruangan dan Rp 671,2 juta DAK Afirmasi untuk pembangunan rumah dinas di empat SMP.

Sawirdi menjelaskan, sekolah yang menerima bantuan DAK reguler yaitu SMPN 2 Karimun untuk rehab tiga lokal ruang kelas, SMPN 1 Durai rehab tiga lokal ruang kelas, SMPN 1 Karimun rehab satu ruang laboratorium.

Kemudian, SMPN 1 Kundur rehab satu ruang laboratorium, SMPN 1 Buru rehab satu ruang Perpustakaan, SMPN 1 Ungar rehab satu ruang Perpustakaan, dan SMPN 1 Belat untuk rehab satu ruang kantor.


SMPN 1 Durai yang direhab menjadi tiga ruang kelas sudah selesai 100 persen. FOTO DOK DISDIK KARIMUN UNTUK BATAM POS.CO.ID

Pembangunan infrastrutur lainnya adalah di SMPN 2 Satu Atap Durai pembangunan ruang baru laboratorium IPA, SMPS IT Cendekia pembangunan ruang baru laboratorium IPA dan SMPN 3 Kundur Barat pembangunan ruang baru perpustakaan.

Sedangkan, DAK Afirmasi SMP yang diperuntukan pembangunan rumah dinas yaitu SMPN 3 Kundur Utara, SMPN 1 Kundur Barat, SMPN 2 Meral dan SMPN 3 Satap Moro.

”Dilihat hasilnya, sangat memuaskan dan benar-benar kokoh. Pembangunan tersebut, dilakukan secara swakelola oleh pihak sekolah masing-masing,’’ ungkapnya.

Camat Durai, Khaidir menambahkan, pihaknya terus mendukung sekolah-sekolah yang mendapatkan bantuan DAK dari Pemerintah Pusat. Menurutnya dengan bantuan tersebut, pembangunan infrastruktur sekolah tidak lagi menjadi hambatan bagi daerah kepulauan.

”Mudah-mudahan tahun depan Kecamatan Durai dapat lagi bantuan DAK. Baik itu untuk sekolah tingkat SD, SMP dan SMA/sederajat,’’ harapnya.

Terpisah, Pemerhati Pendidikan Karimun Raja Zurantiaz mengatakan, untuk pembangunan infrastruktur sekolah sudah memadai saat ini. Namun, sekarang bagaimana tenaga pendidik yang berada di pulau harus bisa meningkatan keprofesionalismenya. Artinya, tenaga pendidik harus melek teknologi serta harus siap menyambut era revolusi industri 4.0.

”Infrastruktur tidak ada masalah. Sekarang, bagaimana Dinas Pendidikan Kabupaten maupun provinsi untuk terus memberikan pelatihan terhadap para tenaga diri dalam rangka menyongsong era relovusi industri 4.0. Semua, serba memanfaatkan teknologi digital, bisa belajar dimana saja bagi anak didik,’’ ujarnya. (try)