PRO KARIMUN – Bupati Karimun, Aunur Rafiq, mewisuda sebanyak 123 santri dari 18 Taman Pendidikan Quran (TPQ) se-Kecamatan Kundur Utara. Prosesi wisuda santri TPQ dilangsungkan di halaman kantor camat Kundur Utara, Sabtu (23/11). Wisuda santri TPQ juga sejalan dengan tablig akbar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan menghadirkan Ustaz Syafrizal.

Hadir dalam acara wisuda santri TPQ sejumlah anggota DPRD Karimun, camat, Kapolsek Kundur Utara, lurah, kepala desa, tokoh agama, ustaz serta ustazah dari TPQ yang tersebar di Kundur Uta-ra. Tidak ketinggalan ratusan orangtua dan warga masyarakat yang sengaja ingin menyaksikan momentum prosesi wisuda santri dari anak-anak mereka.

Dalam sambutannya, Rafiq mengatakan, pentingnya belajar dan memahami Alquran sejak dini. Keberadaan TPQ di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Karimun membawa dampak positif.

”Kita harapkan anak- anak kita menjadi generasi qurani senantiasa mempelajari, membaca, menghayati dan mengamalkan kandungan Alquran di tengah masyarakat. Mari kita ajarkan Alquran anak-anak kita sedini mungkin agar tercipta generasi qurani,” terang Rafiq.

Bupati Karimun, Aunur Rafiq (V), foto bersama seratusan santri TPQ Kecamatan Kundur Utara usai diwisuda di halaman kantor camat Kundur Utara, Sabtu (23/11/2019).FOTO DOK POLSEK KUNDUR UTARA UNTUK BATAMPOS.CO.ID

Ia mengucapkan terima kasih kepada guru TPQ yang telah mengabdikan diri untuk mengajarkan Alquran pada generasi semoga mereka menjadi anak yang saleh dan salehah berbakti pada kedua orangtua, agama, bangsa dan negara.

Hanafi, 54, salah satu orangtua mengaku senang dan sekaligus bangga melihat anaknya sekarang sudah diwisuda selama belajar Alquran di TPQ.

”Kami berharap ilmu yang dipelajari selama di TPQ nantinya dapat menjadi bekal kelak saat dewasa nantinya. Selaku orang tua selalu mendorong anak untuk terus belajar alquran, membaca dan mengamalkannya,” kata Hanafi.

Dalam ceramahnya ustaz Safrizal menyampaikan, jika peringatan Maulid Nabi salah satu cara untuk lebih mencintai Nabi Muhammad SAW. Selain itu peringatan Maulid Nabi juga sarana ajang silaturahmi bersama warga masyarakat. Yang terpenting memperingati Maulid Nabi tidak bidah karena Nabi Muhammad SAW sendiri memperingati hari kelahirannya dengan berpuasa hari Senin dan Kamis. (ims)