PRO KARIMUN – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Karimun hingga sekarang belum mendapatkan blangko e-KTP dari pemerintah pusat. Sehingga, proses pembuatan e-KTP digantikan dengan surat keterangan (suket) yang dikeluarkan disdukcapil.

”Kapan datang blangko e-KTP dari pusat belum dapat dipastikan. Kabupaten Karimun sendiri membutuhkan blangko e-KTP sekitar 4.000 lembar,’’ jelas Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Karimun, M Tahar, Selasa (19/11).

Bagi masyarakat yang akan mengikuti CPNS maupun melamar kerja, salah satu persyaratannya harus melampirkan fotokopi e-KTP. Dikarenakan, blangko e-KTP masih kosong, maka suket berlaku dsmpsi 6 bulan ke depan. Ini sesuai dengan surat edaran dari kementerian, agar daerah bisa menerbitkan suket sebagai pengganti e-KTP.

”Tidak ada masalah, suket sah dan berlaku bagi pemiliknya. Yang jelas, kita memberikan kemudahan bagi masyarakat yang belum memiliki e-KTP maupun yang rusak atau hilang,’’ terangnya.

Sedangkan, proses perekaman sendiri tetap berlangsung di setiap kecamatan. Apabila blangko e-KTP sudah tiba, maka langsung diproses pencetakan bagi yang sudah melakukan perekaman data atau print ready record, maupun bagi warga yang sama sekali belum memiliki.

”Termasuk yang rusak, hilang juga bisa dicetak nanti. Jadi, harap sabar dulu, bagi masya-rakat yang masih mempunyai e-KTP agar disimpan dengan baik,’’ pesannya.

Imam, warga Kundur, mengeluhkan belum jadinya e-KTP menjadi kendala tersendiri. Mengingat, suket dalam bentuk kertas yang harus dilipat-lipat untuk dibawa kemana-mana. Sehingga, sangat merepotkan bagi dirinya.

”Suket satu lembar ukuran A4, jadi harus dilipat-lipat, ini aja sudah rusak,’’ ungkapnya. (tri)