PRO KARIMUN – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Karimun, Hasanudin, menyinggung kecilnya ukuran kios proyek pasar rakyat terpadu Tanjungbatu. Selain itu, masalah dampak lingkungan dan pembuangan limbah yang dihasilkan dari pasar terpadu juga disoroti. Komisi III juga berharap pengerjaan proyek pasar rakyat terpadu yang menelan anggaran Rp 15 miliaran lebih tepat waktu.

”Sangat disayangkan ukuran kiosnya cukup kecil. Hal ini sesuai dengan banyak masukan dari pedagang pada saya. Selain itu, masalah lahan parkir dan lokasi yang rencananya dijadikan pujasera juga perlu dibahas nantinya,” tegas Hasanudin

Pernyataan Hasanudin tersebut disampaikan di sela-sela kunjungan kerjanya bersama rombongan Komisi III DPRD Karimun ke pasar rakyat terpadu Tanjungbatu, Jumat (15/11/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Hasanudin juga sempat berbincang dengan sejumlah pekerja yang sedang bekerja memasang keramik lantai. Hasanudin minta agar pengerjaan pasar dikerjakan tepat waktu sesuai dengan kontrak.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Karimun Raja Rafiza (kanan) bersama Sri Rejeki, anggota Komisi III, mengecek pengerjaan pasar rakyat terpadu Tanjungbatu, Jumat (15/11/2019).
foto: batampos.co.id / Imam Soekarno

Wakil Ketua Komisi III Kabupaten Karimun, Raja Rafiza kepada Batam Pos menegaskan, setelah melihat kondisi proyek pasar rakyat terpadu Tanjungbatu, Komisi III segera memanggil pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU), Perusahaan daerah (Perusda) serta dinas terkait.

”Kita ingin mendengarkan penyampaian Dinas PU terkait proyek pasar terpadu mengingat proyeknya harus selesai pada akhir Desember sedangkan sisa pengerjaannya masih banyak,” ujarnya.

Setelah melakukan pertemuan dengan komisi III diharapkan Dinas PU memberikan ultimatum pada kontraktor untuk segera menyelesakan pekerjaan yang belum selesai.
Data dari perusahaan daerah (Perusda) unit pasar Tanjungbatu menyebutkan jumlah pedagang yang beraktivitas di pasar rakyat sebanyak 162 pedagang. Dengan perincian 56 pedagang kelontong dan pakaian dipindahkan di Indra Sakti, 77 pedagang ikan, sayur di depan bioskop Mutiara lama dan 30 pedagang makanan minuman direlokasi di Jalan R.A Kartini.

Sementara pembangunan proyek pasar rakyat terpadu Tanjungbatu Kundur (Multiyears) Pemerintah Kabupaten Karimun menggelontorkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018-2019 sebesar Rp 15,07 miliar. Pengerjaan proyeknya sudah dilaksanakan sejak 2018 yang lalu dikerjakan PT Inco Sakti dengan konsultan pengawas PT Batam Structural Engineers. (ims)