PRO KARIMUN – Pascakejadian kapal tongkang yang bermuatan pasir, Kamis (31/10/2019) malam menabrak tempat kapal bersandar (dolphin) dan jembatan tempat kapal bersandar (catwalk dolphin) di pelabuhan kargo dan roro Parit Rempak, saat ini, dolphin dan catwalk dolphin sudah dalam proses perbaikan oleh pihak perusahaan kapal tongkang.

”Alhamdulillah, pihak perusahaan sudah menyanggupi perbaikan fasilitas yang ada di pelabuhan bongkar muat di Parit Rempak,’’ jelas Dirut BUP Karimun, M Syah-rizal, Senin (11/11/2019).

Dengan demikian, proses perbaikan yang membutuhkan waktu nantinya tidak menganggu aktivitas bongkar muat di pelabuhan tersebut. Sehingga, tidak menjadi hambatan yang cukup berarti. Begitu juga, aktivitas kapal Roro tetap melayani penumpang yang berangkat.

”Paling penting pihak perusahaan tersebut bertanggungjawab untuk melakukan perbaikan. Harapan saya sih, secepatnya selesai perbaikan agar bisa dipergunakan lagi,’’ ungkapnya.

Kondisi tiang dolphin yang miring akibat ditabrak tongkang bermuatan pasir. FOTO TRI HARYONO/BATAMPOS.CO.ID

Dikatakan, untuk insentitas bongkar muat di Pelabuhan Parit Rempat masih tergolong normal. Walaupun, kapal Roro yang tujuan Buton belum beroperasi. Sebab, kapal yang masuk untuk bongkar muat masih mencukupi waktunya dan proses bongkar muat juga tidak ada hambatan.

”Untuk kapal roro kita sudah berkoordinasi terus dengan pihak ASDP. Tinggal kapan akan beroperasi kembali kapal roro tujuan Riau Daratan nanti,’’ ujarnya.

Sebelumnya, kapal tongkang yang bermuatan pasir terbawa arus akibat cuaca buruk pada waktu itu. Selain menghantam dolphin dan catwalk dolphin, kapal tongkang juga menghantam kapal barang KLM Mitra Abadi yang sedang bersandar di pelabuhan kargo.

Di saat ini, Kapal barang KLM Mitra Abadi yang membawa beras bulog, akan melakukan bongkar beras untuk disimpan di gudang bulog. Sedangkan, tugboat yang membawa kapal tongkang dengan nomor lambung IMO 9612648 GT.156 No.5386/D 2011 GGa No.6620 sudah menarik kapal tongkang ke tengah laut. (tri)