PRO KARIMUN – Proses pendaftaran CPNS untuk Kabupaten Karimun 2019 mulai hari ini, Senin (11/11). Hal ini dipastikan setelah formasi yang disediakan sudah dimasukkan seluruhnya oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia.

”Tadi siang (kemarin, red) kita sudah dapat laporan dari pihak BKN bahwa seluruh formasi yang disediakan untuk Kabupaten Karimun sudah dimasukkan. Dengan demikian, pendaftaran untuk CPNS daerah kita sudah dapat dilakukan melalui sistem online atau daring. Dengan masuk ke situs sistem seleksi calon aparatur sipil negara (SSCASN) di sscasn.bkn.go.id,” ujar Bupati Karimun, Aunur Rafiq kepada Batam Pos, Minggu (10/11).

Dikatakan Bupati, untuk Kabupaten Karimun pada penerimaan CPNS tahun ini yang disediakan ada 122 orang. Terdiri dari tenaga pendidik atau guru, kesehatan dan tenaga teknis. Masing-masing, untuk tenaga guru dibutuhkan 48 orang, kesehatan 41 orang dan tenaga teknis 31 orang. Pendaftaran CPNS Kabupaten Karimun ini terbuka untuk siapa saja. Artinya, yang berada di luar wilayah Kabupaten Karimun juga bisa mendaftar.

Untuk pendaftaran tidak jauh berbeda pada tahun sebelumnya. Yakni, minimal usia 18 dan maksimal 35. Ada dispensasi untuk pelamar dengan disiplin dokter spesialis maksimal pada saat pendaftaran usia 40. ”Khusus untuk pelamar yang berdomisili di Kabupaten Karimun dengan kualifikasi pendidikan D-III dan S-IV atau S1 indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 2,00. Sedangkan, untuk pelamar yang berasal dari luar wilayah Kabupaten Karimun dengan jenjang pendidikan yang sama minimal IPK 2,75,” paparnya.

Selanjutnya, kata Rafiq, jika persyaratan sudah leng-kap, maka yang perlu diperhatikan adalah ketika memasukkan nomor induk kependudukan (NIK). Sebab, jika salah memasukkan dan sudah terlanjur di daftar, maka tidak bisa diubah lagi. Selain itu, satu pelamar hanya diperbolehkan melamar untuk satu jabatan pada satu instansi. Tidak bisa melamar lebih dari satu.

”Misalnya, sudah mendaftar di Kabupaten Karimun, tapi juga ikut mendaftar di daerah lain. Hal ini otomatis tidak bisa. Sebab, NIK sebagai syarat mendaftar sudah ada pada sistem. Sehingga, tidak bisa lagi dilakukan. Selain itu, jika pelamar belum memiliki e-KTP, bisa juga menggunakan surat keterangan (Suket) yang dikeluarkan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dimana pelamar itu berdomilisi,” jelasnya. (san)

Loading...