Satlantas Polres Karimun, pada hari terakhir razia di Mapolres Karimun, selama operasi zebra seligi 2019 260 kendaraan roda dua ditahan. FOTO SANDI PRAMOSINTO/BATAMPOS.CO.ID

PRO KARIMUN – Operasi Zebra Seligi 2019 resmi berakhir pada Selasa (5/11). Selama dua pekan operasi terkait lalu lintas tersebut, polisi lalu lintas (Polantas) Polres Karimun telah menahan 260 unit sepeda motor sebagai barang bukti pelanggaran lalu lintas.

’’Sesuai dengan rekapitulasi selama operasi berlangsung, paling banyak ditemukan pelanggaran oleh pengemudi sepeda motor. Untuk itu, jumlah barang bukti sepeda motor paling banyak. Yakni, 260 unit ditahan sebagai barang bukti. Dan, untuk kendaraan roda empat yang kita tahan sebagai barang bukti hanya 9 unit,’’ ujar Kasat Lantas Polres Karimun, AKP Teuku Fazrial Kenedy kepada Batam Pos, kemarin (6/11/2019).

Dilanjutkannya, untuk jumlah surat tilang yang dikeluarkan selama operasi berlangsung atau sampai dengan tadi malam (Selasa, red) totalnya ada 945 lembar. Dan, perlu diketahui tidak semua pengemudi kendaraan bermotor yang terbukti melanggar lalu lintas dilakukan penahanan sepeda motor atau mobinya. Tapi, juga ada yang ditahan dalam bentuk SIM dan STNK.

’’Tidak semua pengemudi yang diketahui melanggar lalu lintas diambil langkah penahanan kendaraan bermotornya. Karena, yang kita tahan ada dalam bentuk STNK sebanyak 453 lembar dan SIM 223 lembar. Penahanan sepeda motor dilakukan ketika dilakukan pemeriksaan oleh Polantas saat melaksanakan operasi pengemudi tidak memiliki sama sekali surat menyurat. Seperti SIM dan STNK. Selama operasi berlangsung, kita juga ada memberikan surat teguran dan juga sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk mengingatkan bahwa Satlantas Polres Karimun sedang melaksanakan Operasi Zebra Seligi,’’ paparnya.

Menyinggung tentang jumlah surat tilang pada Operasi Zebra Seligi tahun ini dibandingkan pada 2018, Kenedy menyebutkan, untuk jumlah pelanggaran dan surat tilang pada operasi tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu.

’’Pada tahun lalu surat tilang yang diberikan kepada pelanggar lalu lintas hanya 521 lembar saja. Sedangkan, untuk tahun ini jumlahnya sudah hampir dua kali lipat atau 945 lembar,’’ jelasnya. (san)

Loading...