PRO KARIMUN – Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim meninjau langsung program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) di Kelurahan Baran Barat, Kecamatan Meral. Dari hasil pantauan tersebut, Anwar Hasyim memberikan apresiasi atas hasil kerja masyarakat setempat yang berhasil membuat semenisasi dengan memodifikasi desain sesuai kultur masyarakat di situ.

”Saya lihat sangat bagus hasilnya. Program Kotaku, sangat positif dalam mengubah mindset masyarakat untuk membenahi kampung halamannya agar lebih nyaman dipandang,’’ katanya, belum lama ini.

Sementara itu, Koordinator Kotaku Karimun, Mardison, pengerjaan semenisasi dan drainase saat ini sudah mencapai 90 persen. Saat ini, sudah tinggal pengecatan dan perubahan wajah yang sesuai dengan desain bersama. Dimana, Kelurahan Baran Barat, Kecamatan Meral pada tahun ini mendapat Rp1 miliar.

”Tahun ini hanya Kelurahan Baran Barat, Kecamatan Karimun saja, mendapatkan kucuran dana sebesar Rp1 miliar dari Kementerian PUPR,’’ terangnya.


Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim meninjau semenisasi Kotaku di Kelurahan Baran Barat, Kecamatan Meral, belum lama ini.

Alokasi Rp 1 miliar tersebut hasil kesepakatan masyarakat Kelurahan Baran Barat dalam pembangunan infrastruktur ada dua yaitu pembangunan semenisasi jalan sepanjang 1,2 kilometer dan drainase 574 meter. Dengan demikian, sisanya 10 persen pengerjaannya bisa ditargetkan selesai pada akhir tahun ini.

”Masih ada dua bulan lagi. Mudah-mudahan tahun depan, kita dapat lagi program Kotaku. Sebab, pemerintah pusat langsung mengucurkan kepada daerah melihat data dari pemerintah daerah,’’ ungkapnya.

Program Kotaku merupakan salah satu upaya untuk mencapai target RPJM 2015-2019 yang dirancang untuk mempertahankan, memperkuat peran pemerintah daerah dan memberdayakan masyarakat dalam pengurangan kawasan kumuh di daerah perkotaan dalam kurun waktu 2016-2020 mendatang. Serta mendukung gerakan 100-0-100, yakni 100 persen akses universal air minum, 0 persen permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak.

”Untuk ruang lingkup Kotaku terdiri dari dua bidang yaitu pengurangan kawasan kumuh dan pencegahan kawasan kumuh yang didukung oleh kegiatan berkelanjutan di kedua bidang,’’ terangnya.

Dengan demikian, untuk mencapai keberhasilan pena-nganan permukiman kumuh sangat ditentukan partisipasi masyarakat dan kontribusi peran pemerintah daerah serta kemitraan yang bersinergi dengan pemangku kepentingan lainnya. Sehingga, program ini dapat dikatakan berhasil untuk menurunkan luas permukiman kumuh, mewujudkan kolaborasi penanganan kawasan kumuh dari berbagai pemangku kepentingan dan menyediakan infrastruktur permukiman.

”Paling penting, bagaimana peranan masyarakat untuk tetap menjaga kampung hala-mannya. Terutama, daerah yang mendapatkan program Kotaku,’’ ucapnya. (tri)

Loading...