PRO KARIMUN – Kondisi pelabuhan penumpang Tanjungbalai Karimun, saat ini memang cukup memprihatinkan yang dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Cabang Tanjungbalai Karimun. Walaupun demikian, kondisi saat ini pihak Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun sebagai regulator otoritas kepelabuhanan tetap mendorong kepada pihak PT Pelindo I Cabang Tanjungbalai Karimun sebagai operator pelabuhan untuk terus memaksimalkan pelayanan pelabuhan Tanjungbalai Karimun.

‘’Di sini kita tidak mencari kekurangan, tapi kita mendorong untuk meningkatkan fasilitas pelayanan publik di kawasan pelabuhan. Sebab, calon penumpang membayar pas Rp 5.000 dan layak mendapatkan pelayanan,’’ terang Plh Kepala KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun Capt Mozes I Karaeng, belum lama ini di kantor KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun.

Pelabuhan penumpang Tanjungbalai Karimun, sebagai pintu masuk kota Karimun yang perlu dilakukan pembenahan oleh pihak PT Pelindo I Cabang Tanjungbalai Karimun.FOTO TRI HARYONO/BATAMPOS.CO.ID

Dikatakan, pihaknya sangat mengerti proses pembenahan pelayanan publik di pelabuhan tersebut. Sebab, semuanya membutuhkan anggaran dari Pelindo itu sendiri. Dimana, Pelindo tersebut adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dengan profit atau pendapatan. Artinya, proses pembenahan itu harus diperhitungan kapan akan kembali modal yang telah dikeluarkan.

“Sekarang mereka (Pelindo-red), sudah mulai proses perbaikan. Seperti, pemasangan tenda secara permanen untuk calon penumpang. Kita juga, bersinergi untuk meningkatkan pelayanan yaitu e-ticketing dan inaportnet yang akan go live pada bulan November ini,’’ ungkapnya.

Sementara itu, General Manager PT Pelindo I Cabang Tanjungbalai Karimun Capt Syahri Ramadana menegaskan, bahwa pada tahun 2020 mendatang pelabuhan penumpang Tanjungbalai Karimun akan dilakukan renovasi total. Dengan anggaran yang dipersiapkan sebesar Rp20 miliar yang akan dikonsep pelabuhan modern.

“Sabar dululah, kita sekarang sudah dalam proses. Anda bisa lihat sendiri, mesin automatic gate sudah tiba dan tinggal pemasangan saja,’’ jelasnya.

Pantauan di lapangan, suasana pelabuhan penumpang Tanjungbalai Karimun, baik itu yang domestik maupun internasional terlihat kurang tertata rapih. Namun, bagi penumpang yang akan berangkat tetap ada petunjuk arah maupun petugas yang mengarahkan untuk menuju ke tempat keberangkatan.

“Sudah lama saya gak ke Karimun. Tapi, kalau lihat kondisi pelabuhan penumpang masih tetap seperti dulu. Harapannya, ada perbaikan yang cukup baguslah nanti. Maklum wajahnya Karimun adalah pelabuhan sebagai pintu masuk,’’ kata Aldi warga Batam yang akan berangkat. (tri)