PRO KARIMUN – Ratusan anggota Satpol PP Kabupaten Karimun menjalani tes urine pekan lalu. Dari hasil pemeriksaan tersebut diketahui ada dua orang oknum diketahui positif mengonsumsi narkoba jenis sabu. Keduanya satu orang berstatus sebagai ASN dan satu orang lagi sebagai tenaga honorer.

Menanggapi temuan ini, Bupati Karimun, Aunur Rafiq kepada Batam Pos, Sabtu (2/11) mengatakan, sepertinya oknum ASN yang bertugas di Satpol PP diketahui mengonsumsi narkoba bukan baru satu kali.

’’Artinya, sebelumnya pernah diketahui mengonsumsi narkoba dan menjalani rehab jalan. Tapi, untuk kali ini kita lakukan rehab ke BNN Provinsi Kepri,’’ ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, oknum ASN tersebut juga akan mendapatkan sanksi peringatan tegas dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun. Yakni, tidak mengulangi lagi perbuatannya. Karena, Pemkab Karimun sebagai salah satu kabupaten yang ikut serta dalam memerangi narkoba. Kemudian, untuk tenaga honorer pihaknya akan memberikan sanksi lebih tegas.

Aunur Rafiq mengatakan tenaga honorer yang diketahui mengonsumsi narkoba berdasarkan tes urine pada pekan lalu kemungkinan besar sanksinya dalam bentuk tidak memperpanjang kontraknya. Artinya, kontrak sebagai tenaga honorer tidak lagi akan diberikan.

“Hal ini sebagai bentuk pelajaran untuk tenaga honorer yang lain. Sehingga, tujuan kami perang terhadap narkoba bisa berjalan,’’ ungkapnya. (*)